Meski Naik Sangat Tipis, IHSG Berhasil Reli
Jum'at, 18 September 2015 - 16:19 WIB
Meski Naik Sangat Tipis, IHSG Berhasil Reli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil reli di akhir pekan, meski dengan kenaikan sangat tipis. IHSG hanya menguat 1,94 poin atau 0,04% ke level 4.380,32.
IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan kenaikan sejalan dengan positifnya bursa Asia, kecuali Jepang setelah Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunga. IHSG menguat 4,69 poin atau 0,11% ke level 4.383,07 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.412,06.
Sementara IHSG kemarin ditutup berhasil mempertahankan posisinya di teritori hijau setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5% selama delapan bulan.
IHSG melesat 45,87 poin atau 1,06% ke level 4.378,38. Penguatan itu di tengah variatifnya bursa utama Asia. Sore ini, bursa utama Asia mayoritas berakhir variatif, dengan saham Jepang jatuh paling dalam.
Dikutip dari Reuters, saham Jepang terkoreksi selama tiga hari beruntun setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada rekor rendah, meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi di Amerika Serikat dan global.
Investor juga menahan diri dari mengambil posisi besar menjelang liburpanjang pekan depan di Jepang. Sementara eksportir utama Jepang menderita setelah dolar AS (USD) anjlok lebih dari 1% semalam dalam menanggapi penilaian Fed. (Baca: Respon Pejabat Keuangan Asia terhadap Keputusan The Fed)
Adapun, indeks Shanghai naik 11,86 poin atau 0,38% ke 3.097,92; indeks Hang Seng terkerek 66,20 poin atau 0,30% ke 21.920,83; indeks Strait Times turun 3,94 poin atau 0,10% ke 2.889,84; dan indeks Nikkei merosot 362,06 poin atau 1,96% ke 18.070,21.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,91 triliun dengan 5,94 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp473,90 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,07 triliun dan aksi beli Rp2,60 triliun. Tercatat 150 saham menguat, 137 saham melemah dan 80 saham stagnan.
Sektor saham hari ini ditutup variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah perdagangan yang naik 1,35%, diikuti properti menguat 1,03%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor aneka industri yang terkoreksi 1,64%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp450 menjadi Rp27.950, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp325 menjadi Rp42.000 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp130 menjadi Rp2.920.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) turun Rp500 menjadi Rp7.000, PT Grand Kartech Tbk (KRAH) turun Rp55 menjadi Rp2.305 dan PT Lippo General Insurance Tbk Tbk (LPGI) melemah Rp50 menjadi Rp5.925.
Baca:
IHSG Sesi I Ditutup Kembali Tembus 4.400
Asia Positif Kecuali Jepang, IHSG Dibuka Naik Tipis
IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan kenaikan sejalan dengan positifnya bursa Asia, kecuali Jepang setelah Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunga. IHSG menguat 4,69 poin atau 0,11% ke level 4.383,07 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.412,06.
Sementara IHSG kemarin ditutup berhasil mempertahankan posisinya di teritori hijau setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5% selama delapan bulan.
IHSG melesat 45,87 poin atau 1,06% ke level 4.378,38. Penguatan itu di tengah variatifnya bursa utama Asia. Sore ini, bursa utama Asia mayoritas berakhir variatif, dengan saham Jepang jatuh paling dalam.
Dikutip dari Reuters, saham Jepang terkoreksi selama tiga hari beruntun setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada rekor rendah, meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi di Amerika Serikat dan global.
Investor juga menahan diri dari mengambil posisi besar menjelang liburpanjang pekan depan di Jepang. Sementara eksportir utama Jepang menderita setelah dolar AS (USD) anjlok lebih dari 1% semalam dalam menanggapi penilaian Fed. (Baca: Respon Pejabat Keuangan Asia terhadap Keputusan The Fed)
Adapun, indeks Shanghai naik 11,86 poin atau 0,38% ke 3.097,92; indeks Hang Seng terkerek 66,20 poin atau 0,30% ke 21.920,83; indeks Strait Times turun 3,94 poin atau 0,10% ke 2.889,84; dan indeks Nikkei merosot 362,06 poin atau 1,96% ke 18.070,21.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,91 triliun dengan 5,94 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp473,90 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,07 triliun dan aksi beli Rp2,60 triliun. Tercatat 150 saham menguat, 137 saham melemah dan 80 saham stagnan.
Sektor saham hari ini ditutup variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah perdagangan yang naik 1,35%, diikuti properti menguat 1,03%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor aneka industri yang terkoreksi 1,64%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp450 menjadi Rp27.950, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp325 menjadi Rp42.000 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp130 menjadi Rp2.920.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) turun Rp500 menjadi Rp7.000, PT Grand Kartech Tbk (KRAH) turun Rp55 menjadi Rp2.305 dan PT Lippo General Insurance Tbk Tbk (LPGI) melemah Rp50 menjadi Rp5.925.
Baca:
IHSG Sesi I Ditutup Kembali Tembus 4.400
Asia Positif Kecuali Jepang, IHSG Dibuka Naik Tipis
(rna)
Lihat Juga :