Agus Marto: BI Rate Ditahan Bukan karena The Fed

Sabtu, 19 September 2015 - 14:21 WIB
Agus Marto: BI Rate...
Agus Marto: BI Rate Ditahan Bukan karena The Fed
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menegaskan, ditahannya suku bunga acuan (BI rate) pada level 7,5% sejak Februari tahun ini bukan karena Federal Reserve (The Fed) yang akan melakukan rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk membahas suku bunga.

"Oh tidak (karena The Fed akan melakukan pertemuan FOMC soal suku bunga). Saya ingin menyampaikan, kalau BI dalam pertemuan bulanan kemarin melakukan kajian, kita betul-betul melihat berdasarkan data," kata Agus di Jakarta, akhir pekan ini.

Dia melanjutkan, faktor yang paling besar memengaruhi keputusan tidak mengubah suku bunga adalah ekonomi dunia yang perkembangannya lebih buruk dari bulan sebelumnya. Jadi, menurut dia, kalau perkembangan ekonomi dunia lebih buruk, itu tanda bahwa perbaikan ekonomi AS tidak seperti yang diperkirakan.

Kemudian faktor kedua adalah China, yang ekonominya sedang mengalami pelambatan. "Orang bilang mereka ekonominya akan jatuh di bawah 7% tapi mungkin akan lebih lemah. Nah, kondisi ini dikonfirmasi dengan world trade volume, yang tadinya diperkirakan tumbuh 4% ternyata hanya tumbuh 3%," tutur dia.

Karena itu, dia mengatakan, di tengah kondisi tersebut, jika tidak hati-hati dalam menjaga ketahanan moneter maka nilai tukar akan tertekan jauh lebih tinggi.

Agus menjelaskan, BI tidak bisa sendiri untuk menjaga nilai tukar dan inflasi. Menurut dia, diperlukan dukungan dari pemerintah dan pengusaha untuk menjaganya, sehingga dengan koordinasi yang baik akan membuat ekonomi Indonesia lebih baik.

"Jadi, yang saya bisa sampaikan stance BI menjaga policy rate itu tetap sama, yakni karena kondisi dunia penuh ketidakpastian dan secara singkat lebih buruk daripada sebelumnya, tetapi Indonesia malah lebih baik," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
33 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
1 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved