Waspadai Sentimen Pasar, Rupiah dalam Tren Pelemahan
Senin, 21 September 2015 - 08:39 WIB
Waspadai Sentimen Pasar, Rupiah dalam Tren Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih dalam tren pelemahan, sehingga perlu mewaspadai sentimen di pasar.
"Dengan masih adanya tren pelemahan dan belum adanya perlawanan balik menguat maka akan sangat percuma jika kami mengharapkan adanya laju pembalikan menguat. Untuk itu, tetap mewaspadai sentimen di pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (21/9/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.450-Rp14.482/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.463/USD, tergerus 11 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.452/USD.
Laju rupiah pada akhir pekan lalu tidak jauh berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, di mana masih mengalami pelemahan. Idealnya, menurut dia, ketika suku bunga The Fed tidak jadi dinaikan maka asumsinya yield memegang USD menjadi tetap, sehingga menjadi kurang menarik dan membuat nilainya turun.
"Jika itu yang terjadi, seharusnya laju USD melemah, sehingga dapat dimanfaatkan mata uang lainnya untuk berbalik menguat," ujar dia.
"Dengan masih adanya tren pelemahan dan belum adanya perlawanan balik menguat maka akan sangat percuma jika kami mengharapkan adanya laju pembalikan menguat. Untuk itu, tetap mewaspadai sentimen di pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (21/9/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.450-Rp14.482/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.463/USD, tergerus 11 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.452/USD.
Laju rupiah pada akhir pekan lalu tidak jauh berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, di mana masih mengalami pelemahan. Idealnya, menurut dia, ketika suku bunga The Fed tidak jadi dinaikan maka asumsinya yield memegang USD menjadi tetap, sehingga menjadi kurang menarik dan membuat nilainya turun.
"Jika itu yang terjadi, seharusnya laju USD melemah, sehingga dapat dimanfaatkan mata uang lainnya untuk berbalik menguat," ujar dia.
(rna)