Laju IHSG Diprediksi Masih Galau, Cermati Saham Ini
Selasa, 22 September 2015 - 08:08 WIB
Laju IHSG Diprediksi Masih Galau, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan dalam posisi galau dan membutuhkan konfirmasi selanjutnya akan arah berikutnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, dengan asumsi laju IHSG dapat mengikuti bursa saham global maka diharapkan dapat bergerak di zona hijau meski masih terdapat potensi pelemahan jika sentimen yang ada kurang kuat mempertahankan posisi IHSG.
"Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.348-4.365 dan resisten 4.408-4.428. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4348-4365 dan gagal mendekati target resisten 4408-4428.
Reza menyampaikan, laju IHSG di awal pekan ini tidak berbeda jauh dari perkiraan sebelumnya yang berpotensi akan mengalami pelemahan jika tidak didukung oleh sentimen yang ada.
Sementara pelemahan pada sejumlah laju bursa saham regional terimbas laju negatif pada bursa saham AS. Di akhir pekan kemarin, laju bursa saham Eropa dan AS terpaksa harus berakhir kembali di zona merah melanjutkan pelemahan sebelumnya.
"Seiring respon pelaku pasar akan tidak berubahnya keputusan The Fed. Pelaku pasar menilai keputusan The Fed tersebut melihat masih lambatnya potensi pemulihan ekonomi," jelas Reza.
Menurutnya, keputusan the Fed untuk tidak menaikkan suku bunga juga menunjukkan tingginya risiko ekonomi global dan perlambatan inflasi di AS.
Transaksi asing masih dalam tahap jualan. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp464,03 miliar menjadi net sell Rp449,62 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.700-Rp2.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.720.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp5.000-Rp5.425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.300.
PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp700-Rp750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp710.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp14.100-Rp14.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp14.450.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp560-Rp600. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp565.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.650-Rp18.325. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp18.050.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp4.150-Rp4.400. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.320.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, dengan asumsi laju IHSG dapat mengikuti bursa saham global maka diharapkan dapat bergerak di zona hijau meski masih terdapat potensi pelemahan jika sentimen yang ada kurang kuat mempertahankan posisi IHSG.
"Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.348-4.365 dan resisten 4.408-4.428. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4348-4365 dan gagal mendekati target resisten 4408-4428.
Reza menyampaikan, laju IHSG di awal pekan ini tidak berbeda jauh dari perkiraan sebelumnya yang berpotensi akan mengalami pelemahan jika tidak didukung oleh sentimen yang ada.
Sementara pelemahan pada sejumlah laju bursa saham regional terimbas laju negatif pada bursa saham AS. Di akhir pekan kemarin, laju bursa saham Eropa dan AS terpaksa harus berakhir kembali di zona merah melanjutkan pelemahan sebelumnya.
"Seiring respon pelaku pasar akan tidak berubahnya keputusan The Fed. Pelaku pasar menilai keputusan The Fed tersebut melihat masih lambatnya potensi pemulihan ekonomi," jelas Reza.
Menurutnya, keputusan the Fed untuk tidak menaikkan suku bunga juga menunjukkan tingginya risiko ekonomi global dan perlambatan inflasi di AS.
Transaksi asing masih dalam tahap jualan. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp464,03 miliar menjadi net sell Rp449,62 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.700-Rp2.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.720.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp5.000-Rp5.425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.300.
PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp700-Rp750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp710.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp14.100-Rp14.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp14.450.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp560-Rp600. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp565.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.650-Rp18.325. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp18.050.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp4.150-Rp4.400. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.320.
(rna)
Lihat Juga :