Rupiah Dibuka Lesu Hadapi Penguatan USD

Selasa, 22 September 2015 - 10:30 WIB
Rupiah Dibuka Lesu Hadapi...
Rupiah Dibuka Lesu Hadapi Penguatan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka lesu hadapi penguatan dolar Amerika Serikat (USD).

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.471/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp14.488/USD. Posisi tersebut tak jauh beda dengan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.486/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.486/USD, terkoreksi 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.451/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.474/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.476/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.474/USD. Posisi itu menguat 59 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.533/USD.

Sementara USD berada di level tertinggi dalam hampir dua pekan pada Selasa karena pulih dari kekecewaan atas keputusan Federal Reserve (The Fed) pekan lalu yang menunda kenaikan suku bunga.

Para pedagang mengatakan, permintaan USD di akhir kuartal, kenaikan imbal hasil obligasi dan serangkaian komentar dari pejabat Fed yang terus mengharapkan kenaikan suku bunga tahun ini memberi imbas positif pada USD.

Sebaliknya, bank-bank sentral utama lainnya termasuk Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan melanjutkan program stimulus moneternya. Akibatnya, indeks USD kembali dekat 96,000, rebound sekitar 2% dari koreksi pada Jumat lalu di 94,063.

Terhadap yen, USD berada di 120,50, dari posisi akhir pekan lalu di 119,04. Sementara euro merosot ke 1,1185/USD dari rekor pekan lalu di 1,1460.

"Pasar mata uang fokus pada meningkatnya imbal hasil AS pertemuan berikutnya FOMC yang memiliki kemungkinan untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Hal ini mendorong USD melanjutkan reli," tulis analis ANZ dalam sebuah catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (22/9/2015).

Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan, keputusan The Fed pekan lalu sebagian besar merupakan latihan "manajemen risiko" untuk memastikan volatilitas pasar baru-baru tidak akan menjadi hambatan pada ekonomi AS. Dia mengharapkan Fed akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini.

Adapun dolar Australia merosot ke 0,7130/USD, mundur dari posisi tinggi pada Jumat di 0,7280/USD, sementara dolar Selandia Baru kembali ke 0,6325/USD dari rekor pekan lalu di 0,6458/USD.

(Baca: Rupiah Potensi Bergerak Positif)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
14 jam yang lalu
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved