Waspadai Penumpang Gelap dalam Krisis Ekonomi

Rabu, 23 September 2015 - 04:21 WIB
Waspadai Penumpang Gelap...
Waspadai Penumpang Gelap dalam Krisis Ekonomi
A A A
JAKARTA - Krisis ekonomi yang terjadi di Tanah Air diduga dimafaatkan penumpang gelap yang menikmati situasi ini. Penumpang gelap itu tidak hanya datang dari dalam tapi juga luar negeri.

"Krisis selalu ada penumpang gelap baik dari kekuatan politik dalam negeri maupun kepentingan luar negeri atau asing," ujar peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Karyono mengaku miris dengan tingkah dan kelakukan para pengambil kebijakan di tengah penderitaan rakyat yang makin terhimpit. Pasalnya, di saat ekonomi Indonesia sedang terpuruk, anggota DPR justru meminta dinaikkan tunjangan.

"Mestinya para pengambil kebijakan ini mengutamakan kepentingan rakyat atau umum. Ini jelas melukai hati rakyat jika mereka minta dinaikkan tunjangannya. Inilah mental negeri ini," terangnya.

Lebih lanjut, Karyono menilai kebijakan paket September I pemerintahan Jokowi-JK belum maksimal mengatasi problem ekonomi yang dihadapi Indonesia. Faktanya, USD makin naik. "Sampai sekarang, khususnya untuk menekan dolar (USD) dan menguatkan rupiah juga belum mampu diatasi," bebernya.

Karyono mengimbau, agar seluruh elemen masyarakat mengantisipasi dampak dari krisis ekonomi, mulai dari masalah PHK massal, gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kenaikan angka kriminalitas. Selain itu, krisis ekonomi juga berdampak pada krisis sosial dan politik.

"Nah, biasanya krisis ekonomi itu akan berdampak pada krisis sosial dan politik. Seperti pada tahun 1998, akhirnya berdampak pada krisis sosial politik yang membawa tumbangnya rezim Soeharto," pungkasnya.

Baca juga:

ADB Kembali Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ADB Juga Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2016
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Resesi Hantam Singapura,...
Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Agar Krisis Kesehatan...
Agar Krisis Kesehatan Tak Menjelma Krisis Sosial-Ekonomi
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved