Rupiah Diperkirakan Bakal Kembali Tertekan
Rabu, 23 September 2015 - 08:42 WIB
Rupiah Diperkirakan Bakal Kembali Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih akan tertekan selama belum ada sentimen positif yang menopangnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, laju anomali rupiah tentunya dapat mempengaruhi arah dan tren selanjutnya dari rupiah.
"Sepanjang belum ada hal positif yang dapat memberikan kenyamanan bagi para pelaku pasar maka pelaku pasar akan cenderung menjauhi pasar," kata dia di Jakarta, Rabu (23/9/2015).
Meski demikian, dia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai sentimen di pasar. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.479-Rp14.495/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.486/USD, terkoreksi 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.451/USD.
Laju rupiah kembali mengalami pelemahan, kemarin. Adanya penurunan pada harga komoditas di pasar spot berjangka, berimbas pada terapresiasiny laju USD. Akibatnya, laju rupiah secara tidak langsung mengalami pelemahan.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, laju anomali rupiah tentunya dapat mempengaruhi arah dan tren selanjutnya dari rupiah.
"Sepanjang belum ada hal positif yang dapat memberikan kenyamanan bagi para pelaku pasar maka pelaku pasar akan cenderung menjauhi pasar," kata dia di Jakarta, Rabu (23/9/2015).
Meski demikian, dia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai sentimen di pasar. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.479-Rp14.495/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.486/USD, terkoreksi 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.451/USD.
Laju rupiah kembali mengalami pelemahan, kemarin. Adanya penurunan pada harga komoditas di pasar spot berjangka, berimbas pada terapresiasiny laju USD. Akibatnya, laju rupiah secara tidak langsung mengalami pelemahan.
(rna)