USD Makin Perkasa, Rupiah Dibuka Terjengkang

Rabu, 23 September 2015 - 10:17 WIB
USD Makin Perkasa, Rupiah...
USD Makin Perkasa, Rupiah Dibuka Terjengkang
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka terjengkang karena makin perkasanya dolar Amerika Serikat (USD).

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.683/USD. Posisi itu lebih buruk 124 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.559/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.637/USD. Posisi ini anjlok 45 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.592/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.598/USD dan pada pukul 10.00 WIB menjadi Rp14.633/USD. Posisi tersebut tambah parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.551/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.623/USD, terkoreksi 137 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.486/USD.

Sementara USD mencapai level tertinggi dalam hampir tiga pekan terhadap sejumlah mata uang pada hari Rabu, sementara yen makin menguat membuat kekhawatiran lanjutan atas perlambatan ekonomi di China.

Dikutip dari Reuters, USD terhadap sejumlah mata uang utama naik menjadi 96,471, level tertinggi sejak 4 September 2015. Sementara euro melemah 0,1% menjadi 1,1110/USD, setelah menguat di level tinggi 1,1460/USD pada pekan lalu setelah Federal Reserve AS menahan kenaikan suku bunga.

USD telah bangkit kembali dari posisi terendah pekan lalu karena komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve bahwa bank sentral AS masih bisa menaikkan suku bunga tahun ini.

USD naik tipis 0,1% terhadap yen di 120,27, tetapi tetap di bawah posisi tinggi pekan ini pada 120,66. Yen menguat pada Selasa, ketika pasar ekuitas jatuh, dengan ekuitas Eropa terkoreksi karena terjunnya saham Volkswagen, pembuat mobil terbesar di Eropa ke posisi terendah empat tahun.

Kekhawatiran berkelanjutan tentang prospek pertumbuhan global dan kesehatan ekonomi juga mengurangi sentimen risiko China, memberikan dorongan bagi mata uang safe haven. Dolar Australia jatuh 0,3% menjadi 0,7072/USD. Terhadap yen, Aussie turun 0,2% menjadi 85,00/yen, setelah koreksi 0,9% pada Selasa.

(Baca: Rupiah Diperkirakan Bakal Kembali Tertekan)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
13 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
43 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved