Wall Street Berakhir Turun Dipicu Data Manufaktur
Kamis, 24 September 2015 - 10:16 WIB
Wall Street Berakhir Turun Dipicu Data Manufaktur
A
A
A
JAKARTA - Indeks saham di Wall Street berakhir turun sedikit pada Rabu waktu setempat, dipimpin koreksi saham komoditas dan energi di tengah melemahnya data manufaktur China dan Amerika Serikat (AS) menambah kekhawatiran pertumbuhan.
Perdagangan sekali lagi berombak lebih tinggi, dengan indeks S&P 500 menguat sesaat menyusul komentar Presiden China Xi Jinping bahwa negaranya mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dalam waktu yang lama.
Sementara data pertumbuhan manufaktur AS pada September berada pada posisi terendah dalam dua tahun, sementara manufaktur China menyusut ke level terendah 6,5 tahun, menambah kekhawatiran tentang permintaan.
Sektor komoditas di indeks S&P (SPLRCM) turun 2,1%, memimpin penurunan untuk untuk hari kedua, diikuti oleh sektor energi (SPNY), yang tergerus 1,4%. Adapun harga minyak mentah berjangka AS berakhir anjlok 4,1%, sedangkan saham Chevron (CVX.N) turun 1,5% menjadi USD76,12.
"Pasar tampak lelah dan datar, serta ada beberapa keraguan terhadap dana yang keluar dalam dua pekan dan kekhawatiran tentang China serta dampak pada perusahaan yang melakukan banyak bisnis di luar negeri," kata Manajer Portofolio di Synovus Trust Company Daniel Morgan, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (24/9/2015).
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 50,58 poin atau 0,31% ke 16.279,89; indeks S&P 500 kehilangan 3,98 poin atau 0,2% ke 1.938,76 dan Nasdaq Composite turun 3,98 poin atau 0,08% ke 4.752,74.
Volume perdagangan ringan. Menurut data Thomson Reuters, sekitar 5,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 8 miliar saham.
Perdagangan sekali lagi berombak lebih tinggi, dengan indeks S&P 500 menguat sesaat menyusul komentar Presiden China Xi Jinping bahwa negaranya mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dalam waktu yang lama.
Sementara data pertumbuhan manufaktur AS pada September berada pada posisi terendah dalam dua tahun, sementara manufaktur China menyusut ke level terendah 6,5 tahun, menambah kekhawatiran tentang permintaan.
Sektor komoditas di indeks S&P (SPLRCM) turun 2,1%, memimpin penurunan untuk untuk hari kedua, diikuti oleh sektor energi (SPNY), yang tergerus 1,4%. Adapun harga minyak mentah berjangka AS berakhir anjlok 4,1%, sedangkan saham Chevron (CVX.N) turun 1,5% menjadi USD76,12.
"Pasar tampak lelah dan datar, serta ada beberapa keraguan terhadap dana yang keluar dalam dua pekan dan kekhawatiran tentang China serta dampak pada perusahaan yang melakukan banyak bisnis di luar negeri," kata Manajer Portofolio di Synovus Trust Company Daniel Morgan, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (24/9/2015).
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 50,58 poin atau 0,31% ke 16.279,89; indeks S&P 500 kehilangan 3,98 poin atau 0,2% ke 1.938,76 dan Nasdaq Composite turun 3,98 poin atau 0,08% ke 4.752,74.
Volume perdagangan ringan. Menurut data Thomson Reuters, sekitar 5,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 8 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :