Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter

Jum'at, 29 Mei 2020 - 07:22 WIB
loading...
Wall Street Berbalik...
Wall Street berakhir lebih rendah imbas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang siap mengetatkan regulasi dan bahkan mengancam menutup media sosial seperti Twitter dan Facebook karena dinilai membungkam suara konservatif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan, Kamis waktu setempat untuk berbalik jatuh usai sempat mencuatkan sinyal kebangkitan. Sentimen negatif datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan siap mengetatkan regulasi dan bahkan mengancam menutup media sosial seperti Twitter dan Facebook karena dinilai membungkam suara kaum konservatif.

Komentar Trump langsung membuat saham Twitter Inc (TWTR. N) berakhir ambruk 4,4% dan Facebook Inc (FB. O) merosot hingga 1,6% seiring dengan kabar bahwa Trump akan menandatangani perintah eksekutif pada perusahaan media sosial pada hari Kamis setelah mengancam akan menutup media sosial yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif.

Trump mengatakan, sedang mengarahkan Jaksa Agung William Barr untuk bekerja sama dengan negara demi menegakkan hukum terhadap apa yang Ia gambarkan sebagai praktik bisnis tidak adil oleh perusahaan media sosial. Perselisihan ini mencuat setelah Twitter pada hari Selasa untuk pertama kalinya menandai tweet Trump sebagai hoaks dan menyertai sebuah peringatan yang mendorong para pembaca untuk memeriksa unggahan tersebut.

Dow Jones Industrial Average turun 147,63 poin atau 0,58% menjadi 25.400,64 saat indeks S&P 500 6,4 poin yang setara 0,21% hingga menyentuh level 3.029,73. Selanjutnya kejatuhan juga menimpa komposit NASDAQ usai merosot hingga 43,37 poin atau 0,46% ke posisi 9.368,99.

Meski begitu indeks S&P 500 masih berada dalam tren lonjakan tajam, dibandingkan level terendah yang sempat tersentuh di bulan Maret. Sentimen positif datang dari restart kembali aktivitas bisnis setelah berminggu-minggu shutdown dan sejumlah besar tindakan stimulus untuk mendukung perekonomian telah mencuatkan harapan pemulihan yang kuat.

Namun kekhawatiran baru muncul terkait hubungan AS dan China yang kemungkinan mendorong perlambatan. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa Hong Kong saat ini mungkin akan diperlakukan seperti China terkait soal perdagangan dan hal lain. China sendiri telah menyetujui proposal untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru untuk Hong Kong.

Saham telah lebih tinggi dalam sebagian besar sesi saat investor bersiap untuk pemulihan yang cepat dari kemerosotan ekonomi dampak pandemi corona. Namun memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan China sebagai dua ekonomi terbesar di dunia dalam beberapa pekan terakhir dikhawatirkan bisa menimbulkan ancaman bagi pemulihan kuat pasar saham dari selloff yang curam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah AS Shutdown,...
Pemerintah AS Shutdown, Wall Street Masih Menguat Dibayangi Pengurangan Suku Bunga The Fed
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Tarif Trump Bikin Banyak...
Tarif Trump Bikin Banyak Bursa Saham Ambruk, Warren Buffett: Bukan Apa-apa
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
Gentem Group Buka Cabang...
Gentem Group Buka Cabang Pertama di Jakarta, Fokus pada Lifelong Learning
Wall Street Naik Tipis...
Wall Street Naik Tipis di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, Wall Street English Indonesia Bangun Komunitas Berbahasa Inggris
Rekomendasi
Pembebasan Denda PBB-P2...
Pembebasan Denda PBB-P2 Berlaku hingga 31 Desember 2026, Simak Ketentuannya
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Lesti Kejora dan Rizky...
Lesti Kejora dan Rizky Billar Ungkap Tantangan Besarkan Tiga Anak, Akui Sulit Bagi Waktu
Berita Terkini
Ekonom: Gubernur BI...
Ekonom: Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek
Efek Gubernur BI Mundur,...
Efek Gubernur BI Mundur, Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS
Tips MotionTrade: Waktu...
Tips MotionTrade: Waktu yang Tepat untuk Menjual Reksa Dana
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah usai Gubernur BI Mundur
Terungkap! Ini Alasan...
Terungkap! Ini Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Feel Good Network Bangun...
Feel Good Network Bangun Ekosistem Kreatif Asia Tenggara melalui Innercircle dan BRICKS
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved