alexametrics

Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19

loading...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street berakhir mixed pada perdagangan, Jumat waktu setempat di tengah munculnya kasus baru infeksi corona pada beberapa negara. Foto/Dok
A+ A-
NEW YORK - Wall Street berakhir mixed pada perdagangan, Jumat waktu setempat di tengah munculnya kasus baru infeksi corona pada beberapa negara. Indeks S&P 500 berakhir lebih rendah setelah pergerakan fluktuatif, dimana gelombang kedua Covid-19 dan pengumuman Apple Inc menutup sebagian tokonya menjadi sentimen yang diantisipasi pelaku pasar.

S&P 500 pada akhirnya menetap di zona merah, bersama dengan Dow Jone. Sementara Nasdaq ditutup dengan nominal lebih tinggi. Sedangkan Apple Inc mengumumkan menutup sementara beberapa toko lagi di Florida, Arizona, South Carolina dan North Carolina, melihat lonjakan kasus baru infeksi corona dalam beberapa hari terakhir.

(Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Terdongkrak Komitmen OPEC Pangkas Produksi)



Dow Jones Industrial Average turun 208,64 poin atau 0,8% menjadi 25.871,46. Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 17,53 poin yang setara 0,56%, untuk bertengger di level 3.097,81 dan Komposit NASDAQ menambahkan tambahan sebesar 3,07 poin atau 0,03% di posisi 9.946,12.

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, 10 di antaranya mengalami tekanan. Maskapai penerbangan, terkena hantaman sangat keras oleh terhentinya aktivitas ekonomi, turun tajam dengan indeks S&P 1500 Airline anjlok 4,2%.

Sementara itu kasus baru COVID-19 setidaknya muncul di enam negara bagian AS di tengah ekonomi yang terus dibuka kembali. China, di mana pandemi berasal juga melaporkan kasus baru.

Namun selama seminggu, S&P 500, Dow dan NASDAQ mencetak keuntungan dengan persentase yang solid. S&P 500 dan Dow masing-masing meningkat 8,5% dan 12,5% dan Komposit Nasdaq berdiri dengan tambahan 1,3% di bawah penutupan tertinggi dalam sesi terakhir yang dicapai pada 10 Juni. Volume perdagangan biasanya tidak terlalu besar pada hari Jumat, dimana sebagai investor telah memikirkan akhir pekan.

AMC Entertainment Holdings Inc, operator terbesar bioskop di dunia jatuh 2,0% setelah pengumuman bahwa mereka akan membuka kembali bioskop di sekitar 450 lokasi di Amerika Serikat pada bulan depan. Hal itu menimbulkan kekhawatiran munculnya kasus baru hingga bisa membuat lockdowns kembali diterapkan.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top