IHSG Diperkirakan Rebound, Cermati Saham Ini
Senin, 28 September 2015 - 08:12 WIB
IHSG Diperkirakan Rebound, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan dapat berbalik arah menguat (rebound) dengan tertutupnya utang-utang gap.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, tetapi masih ada hambatan dari rupiah yang tidak dijaga penurunannnya, sehingga membuat peluang kenaikan IHSG menjadi samar.
"Meski kami mengharapkan adanya penguatan, namun tetap mewaspadai kemungkinan peluang pelemahan lanjutan. Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Minggu (27/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.160-4.175 dan resisten 4.235-4.243. Laju IHSG akhir pekan lalu di bawah area target support 4.230-4.235 dan gagal mendekati target resisten 4.278-4.310.
Reza menyampaikan, laju IHSG pascalibur Idul Adha tidak kunjung membaik dengan cenderung berada di zona merah. Pelaku pasar masih aktif dalam melakukan aksi jual, terutama pada saham-saham konsumer dan perbankan.
"Meski OJK mengatakan kinerja perbankan masih akan dapat bertahan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah," jelas Reza.
Namun, menurut dia, hal itu tidak cukup menahan aksi jual pada saham-saham perbankan. Kinerja dari perbankan tidak hanya ditentukan oleh faktor rupiah semata.
Tidak hanya itu, persepsi akan kinerja para emiten konsumer yang akan terhambat dengan meningkatnya biaya dalam eksposur USD menjadi sentimen negatif pada laju harga saham emiten konsumer.
Pelemahan kembali rupiah mendorong IHSG di zona merah dan didukung dengan transaksi asing masih dalam tahap jualan. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp690,42 miliar menjadi net sell Rp520,76 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.910-Rp2.135. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp2.050.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.030-Rp1.085. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.035.
PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp640-Rp795. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.785.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.610-Rp1.670. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.615.
PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.310-Rp1.445. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.385.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp145-Rp175. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp155.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp805-Rp895. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp815.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, tetapi masih ada hambatan dari rupiah yang tidak dijaga penurunannnya, sehingga membuat peluang kenaikan IHSG menjadi samar.
"Meski kami mengharapkan adanya penguatan, namun tetap mewaspadai kemungkinan peluang pelemahan lanjutan. Untuk itu, tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Minggu (27/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.160-4.175 dan resisten 4.235-4.243. Laju IHSG akhir pekan lalu di bawah area target support 4.230-4.235 dan gagal mendekati target resisten 4.278-4.310.
Reza menyampaikan, laju IHSG pascalibur Idul Adha tidak kunjung membaik dengan cenderung berada di zona merah. Pelaku pasar masih aktif dalam melakukan aksi jual, terutama pada saham-saham konsumer dan perbankan.
"Meski OJK mengatakan kinerja perbankan masih akan dapat bertahan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah," jelas Reza.
Namun, menurut dia, hal itu tidak cukup menahan aksi jual pada saham-saham perbankan. Kinerja dari perbankan tidak hanya ditentukan oleh faktor rupiah semata.
Tidak hanya itu, persepsi akan kinerja para emiten konsumer yang akan terhambat dengan meningkatnya biaya dalam eksposur USD menjadi sentimen negatif pada laju harga saham emiten konsumer.
Pelemahan kembali rupiah mendorong IHSG di zona merah dan didukung dengan transaksi asing masih dalam tahap jualan. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp690,42 miliar menjadi net sell Rp520,76 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.910-Rp2.135. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp2.050.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.030-Rp1.085. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.035.
PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp640-Rp795. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.785.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.610-Rp1.670. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.615.
PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.310-Rp1.445. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.385.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp145-Rp175. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp155.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp805-Rp895. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp815.
(rna)
Lihat Juga :