Bursa Utama Asia Memerah, IHSG Ditutup Berhasil Positif
Selasa, 29 September 2015 - 16:23 WIB
Bursa Utama Asia Memerah, IHSG Ditutup Berhasil Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari kedua pekan ini ditutup berhasil balik arah positif menyusul akan dirilsinya Paket Kebijakan Ekonomi jilid II, di tengah memerahnya bursa utama Asia. IHSG Melesat 57,91 poin atau 1,41% ke level 4.178,41.
IHSG pagi tadi dibuka merosot tajam terimbas Wall Street dan bursa Asia dan berada di bawah level terendah selama dua tahun. IHSG jatuh ke bawah level 4.100, tergerus 49,92 poin atau 1,21% ke level 4.070,58 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.088,10.
IHSG kemarin ditutup merosot 2%, mendekati rekor rendah selama dua tahun. IHSG berkurang 88,94 poin atau 2,11% ke level 4.120,50.
IHSG pada 2 September 2013 berada di level 4.072,35. Pelemahan itu di tengah merosotnya mayoritas bursa Asia. Sedangkan sore ini, bursa Asia betah di zona merah, dengan bursa Jepang anjlok paling dalam, lebih dari 4% pada Selasa karena kekhawatiran tentang ekonomi China, yang bisa berimbas pada ekonomi global.
Data pada Senin membangkitkan kembali kecemasan terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia ketika menunjukkan keuntungan perusahaan industri di China merosot 8,8%, jatuh terbesar sejak 2011.
"Pasar saat ini menunjukkan bahwa investor khawatir tentang prospek ekonomi global," kata Direktur Departemen Informasi Investasi di Mizuho Securities Hiroaki Mino, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2015).
Dampak dari perlambatan di China, sebagai mitra dagang terbesar Jepang sangat parah.
Adapun, indeks Nikkei 225 anjlok 714,27 poin atau 4,05% ke 16.930,84; indeks Shanghai turun 62,62 poin atau 2,02% ke 3.038,14; indeks Hang Seng merosot 629,72 poin atau 2,97% ke 20.556,60 dan indeks Strait Times tergerus 8,14 poin atau 0,29% ke 2.785,75.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,23 triliun dengan 7,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp506,05 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,07 triliun dan aksi beli Rp1,56 triliun. Tercatat 115 saham menguat, 165 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya berbalik menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumer yang melonjak 4,89%, diikuti manufaktur naik 3,05%. Sedangkan yang turun hanya sektor
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp500 menjadi Rp5.500, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) naik Rp135 menjadi Rp1.315 dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik Rp90 menjadi Rp1.355.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp65 menjadi Rp1.835, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp15 menjadi Rp2.695 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp675 menjadi Rp39.825.
Baca:
Bursa Asia Tergerus, IHSG Sesi I Ditutup Minus
IHSG Dibuka Jatuh ke Bawah Level 4.100
IHSG pagi tadi dibuka merosot tajam terimbas Wall Street dan bursa Asia dan berada di bawah level terendah selama dua tahun. IHSG jatuh ke bawah level 4.100, tergerus 49,92 poin atau 1,21% ke level 4.070,58 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.088,10.
IHSG kemarin ditutup merosot 2%, mendekati rekor rendah selama dua tahun. IHSG berkurang 88,94 poin atau 2,11% ke level 4.120,50.
IHSG pada 2 September 2013 berada di level 4.072,35. Pelemahan itu di tengah merosotnya mayoritas bursa Asia. Sedangkan sore ini, bursa Asia betah di zona merah, dengan bursa Jepang anjlok paling dalam, lebih dari 4% pada Selasa karena kekhawatiran tentang ekonomi China, yang bisa berimbas pada ekonomi global.
Data pada Senin membangkitkan kembali kecemasan terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia ketika menunjukkan keuntungan perusahaan industri di China merosot 8,8%, jatuh terbesar sejak 2011.
"Pasar saat ini menunjukkan bahwa investor khawatir tentang prospek ekonomi global," kata Direktur Departemen Informasi Investasi di Mizuho Securities Hiroaki Mino, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2015).
Dampak dari perlambatan di China, sebagai mitra dagang terbesar Jepang sangat parah.
Adapun, indeks Nikkei 225 anjlok 714,27 poin atau 4,05% ke 16.930,84; indeks Shanghai turun 62,62 poin atau 2,02% ke 3.038,14; indeks Hang Seng merosot 629,72 poin atau 2,97% ke 20.556,60 dan indeks Strait Times tergerus 8,14 poin atau 0,29% ke 2.785,75.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,23 triliun dengan 7,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp506,05 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,07 triliun dan aksi beli Rp1,56 triliun. Tercatat 115 saham menguat, 165 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya berbalik menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumer yang melonjak 4,89%, diikuti manufaktur naik 3,05%. Sedangkan yang turun hanya sektor
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp500 menjadi Rp5.500, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) naik Rp135 menjadi Rp1.315 dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik Rp90 menjadi Rp1.355.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp65 menjadi Rp1.835, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp15 menjadi Rp2.695 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp675 menjadi Rp39.825.
Baca:
Bursa Asia Tergerus, IHSG Sesi I Ditutup Minus
IHSG Dibuka Jatuh ke Bawah Level 4.100
(rna)
Lihat Juga :