Rupiah Diprediksi Belum Punya Momentum Bergerak Positif
Rabu, 30 September 2015 - 08:55 WIB
Rupiah Diprediksi Belum Punya Momentum Bergerak Positif
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diprediksi belum mempunyai momentum untuk bergerak positif.
"Harapan kami akan penguatan Rupiah tampaknya harus diredam sementara waktu seiring belum adanya momentum bagi rupiah untuk dapat bergerak positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap waspadai masih adanya peluang pelemahan lanjutan jika tidak ada perbaikan dari pergerakan rupiah serta tetap mewaspadai sentimen di pasar.
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.700-Rp14.735/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.728/USD, terkoreksi 38 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Kemarin, meski laju IHSG mulai membaik, namun tidak sepenuhnya diikuti oleh laju rupiah yang masih nyaman di zona merah.
"Bahkan dengan diumumkannya Paket Kebijakan Ekonomi jilid II dan lelang obligasi negara yang oversubscribe juga tidak banyak memberikan sentimen positif bagi rupiah, di mana rupiah pun kian terhempas dari zona hijaunya," tutur dia.
"Harapan kami akan penguatan Rupiah tampaknya harus diredam sementara waktu seiring belum adanya momentum bagi rupiah untuk dapat bergerak positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap waspadai masih adanya peluang pelemahan lanjutan jika tidak ada perbaikan dari pergerakan rupiah serta tetap mewaspadai sentimen di pasar.
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.700-Rp14.735/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.728/USD, terkoreksi 38 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Kemarin, meski laju IHSG mulai membaik, namun tidak sepenuhnya diikuti oleh laju rupiah yang masih nyaman di zona merah.
"Bahkan dengan diumumkannya Paket Kebijakan Ekonomi jilid II dan lelang obligasi negara yang oversubscribe juga tidak banyak memberikan sentimen positif bagi rupiah, di mana rupiah pun kian terhempas dari zona hijaunya," tutur dia.
(rna)