Sempat ke Bawah 4.100, IHSG Akhirnya Ditutup di Atas 4.200
Rabu, 30 September 2015 - 16:26 WIB
Sempat ke Bawah 4.100, IHSG Akhirnya Ditutup di Atas 4.200
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pada pertengahan pekan ini ditutup berhasil kembali ke atas level 4.200 setelah jatuh di bawah 4.100. IHSG naik 45,50 poin atau 1,08% ke level 4.223,91.
IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan penguatan (reli) di tengah stabilnya bursa Asia. IHSG bertambah 15,29 poin atau 0,37% ke level 4.193,70 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.198,51.
Sementara IHSG kemarin ditutup berhasil balik arah positif menyusul akan dirilisnya Paket Kebijakan Ekonomi jilid II, di tengah memerahnya bursa utama Asia. IHSG melesat 57,91 poin atau 1,41% ke level 4.178,41. (Baca: BEI: Paket September II Bisa Katrol IHSG Bulan Depan)
Penguatan itu di tengah merosotnya mayoritas bursa Asia. Sore ini, bursa utama Asia mayoritas menguat. Bursa saham China naik moderat pada Rabu tetapi mencatat kerugian terburuk kuartalan sejak awal 2008, mundur hampir 30% karena kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi telah menghancurkan keuntungan perusahaan.
Dikutip dari Reuters, keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan industri China menurun pada tingkat paling tajam dalam empat tahun terakhir pada Agustus karena biaya terus meningkat dan harga produk terus jatuh. Keuntungan perusahaan industri China turun 8,8% pada Agustus dari tahun sebelumnya.
Adapun reli hari ini terdorong oleh sektor automotif, dengan saham produsen mobil China termasuk Changan Auto (000625.SZ), Great Wall Motor (601633.SS) dan SAIC Motor (600104.SS) bergelombang setelah Beijing menyatakan akan mengurangi pajak demi mendorong sektor tersebut.
Adapun, indeks Nikkei 225 melonjak 457,31 poin atau 2,70% ke 17.388,15; indeks Shanghai naik 14,64 poin atau 0,48% ke 3.052,78; indeks Hang Seng menguat 289,70 poin atau 1,41% ke 20.846,30, sedangkan indeks Strait Times terkoreksi 3,86 poin atau 0,14% ke 2.785,03.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,83 triliun dengan 7,62 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp292,63 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,09 triliun dan aksi beli Rp2,38 triliun. Tercatat 181 saham menguat, 118 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Sektor saham hari ini ditutup hampir semuanya positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah keuangan yang naik 2,16%, diikuti perdagangan bertambah 2,01%. Sedangkan yang turun terdalam sektor aneka industri, yang minus 0,86%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp150 menjadi Rp26.550, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp200 menjadi Rp2.630 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp50 menjadi Rp4.120.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp155 menjadi Rp2.535, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp5.225 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp750 menjadi Rp42.000.
Baca:
IHSG Sesi I Ditutup Menuju Level 5.200
Bursa Asia Stabil, IHSG Dibuka Tambah Kuat
IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan penguatan (reli) di tengah stabilnya bursa Asia. IHSG bertambah 15,29 poin atau 0,37% ke level 4.193,70 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.198,51.
Sementara IHSG kemarin ditutup berhasil balik arah positif menyusul akan dirilisnya Paket Kebijakan Ekonomi jilid II, di tengah memerahnya bursa utama Asia. IHSG melesat 57,91 poin atau 1,41% ke level 4.178,41. (Baca: BEI: Paket September II Bisa Katrol IHSG Bulan Depan)
Penguatan itu di tengah merosotnya mayoritas bursa Asia. Sore ini, bursa utama Asia mayoritas menguat. Bursa saham China naik moderat pada Rabu tetapi mencatat kerugian terburuk kuartalan sejak awal 2008, mundur hampir 30% karena kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi telah menghancurkan keuntungan perusahaan.
Dikutip dari Reuters, keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan industri China menurun pada tingkat paling tajam dalam empat tahun terakhir pada Agustus karena biaya terus meningkat dan harga produk terus jatuh. Keuntungan perusahaan industri China turun 8,8% pada Agustus dari tahun sebelumnya.
Adapun reli hari ini terdorong oleh sektor automotif, dengan saham produsen mobil China termasuk Changan Auto (000625.SZ), Great Wall Motor (601633.SS) dan SAIC Motor (600104.SS) bergelombang setelah Beijing menyatakan akan mengurangi pajak demi mendorong sektor tersebut.
Adapun, indeks Nikkei 225 melonjak 457,31 poin atau 2,70% ke 17.388,15; indeks Shanghai naik 14,64 poin atau 0,48% ke 3.052,78; indeks Hang Seng menguat 289,70 poin atau 1,41% ke 20.846,30, sedangkan indeks Strait Times terkoreksi 3,86 poin atau 0,14% ke 2.785,03.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,83 triliun dengan 7,62 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp292,63 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,09 triliun dan aksi beli Rp2,38 triliun. Tercatat 181 saham menguat, 118 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Sektor saham hari ini ditutup hampir semuanya positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah keuangan yang naik 2,16%, diikuti perdagangan bertambah 2,01%. Sedangkan yang turun terdalam sektor aneka industri, yang minus 0,86%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp150 menjadi Rp26.550, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp200 menjadi Rp2.630 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp50 menjadi Rp4.120.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp155 menjadi Rp2.535, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp5.225 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp750 menjadi Rp42.000.
Baca:
IHSG Sesi I Ditutup Menuju Level 5.200
Bursa Asia Stabil, IHSG Dibuka Tambah Kuat
(rna)
Lihat Juga :