BKPM: 100 Proyek Investasi Baru Butuh 43.000 Tenaga Kerja

Kamis, 01 Oktober 2015 - 12:10 WIB
BKPM: 100 Proyek Investasi...
BKPM: 100 Proyek Investasi Baru Butuh 43.000 Tenaga Kerja
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membeberkan 100 proyek investasi baru yang dalam tahap konstruksi, bahkan 12 perusahaan di antaranya sudah mulai melaksanakan proses produksi.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, 100 proyek investasi baru tersebut berpotensi menyerap 43.000 tenaga kerja baru. Saat ini, tenaga kerja yang sudah terserap dalam proyek tersebut sebanyak 9.280 tenaga kerja.

"‎Penyerapan tenaga kerjanya ada 43.000, yang sudah terserap 9.280. Ini real. ‎Sekarang dari 100 yang sudah selesai itu sudah mulai banyak. Ada 12, yang kemarin baru satu hampir, sekarang sudah komplit. Malah sudah ada yang produksi. Jadi selesai pabriknya, sudah menghasilkan itu ada 12 perusahaan," katanya dalam diskusi "Geliat 100 Proyek Investasi" di gedung BKPM, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Azhar menyebutkan, nilai proyek investasi baru tersebut sekitar Rp217 triliun dan yang telah terealisasi sekitar Rp80 triliun. Proyek tersebut memiliki potensi ekspor sekitar USD3,29 miliar setahun, dengan realisasinya saat ini sekitar USD513 juta.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut baru akan terasa dampaknya ke masyarakat jika mereka telah mulai beroperasi. Sementara jika baru persetujuan di atas kertas tidak akan terasa dampaknya terhadap masyarakat.

"Kalau perusahaan sudah mulai operasi, efeknya baru di situ kelihatan. ‎Misalnya, di Jepara sudah berdiri pabrik garmen yang menyerap ribuan tenaga kerja. Bayangin kalau 1.000 tenaga kerja, berapa banyak makanan yang ada di kantinnya. Jadi efek investasi ini bisa langsung dirasakan masyarakat," tandasnya.

Sekadar informasi, dalam periode 2015-2019 target realisasi investasi BKPM sekitar Rp3.500 triliun atau naik 115% dibanding periode 2009-2014 yang sekitar Rp1.600 triliun. Untuk tahun ini targetnya Rp519,5 triliun, sementara tahun depan targetnya sekitar Rp594 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investasi Terdongkrak...
Investasi Terdongkrak Serap 295.387 Tenaga Kerja, Bahlil: Kita Push Betul
Serapan Tenaga Kerja...
Serapan Tenaga Kerja Masih Jauh dari Target, Bahlil: Enggak Gampang Bos!
Penyerapan Lapangan...
Penyerapan Lapangan Kerja Baru Turun di Tengah Pandemi Corona
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
BKPM: Realisasi Investasi...
BKPM: Realisasi Investasi Kuartal I Capai Rp201,7 Triliun
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
31 menit yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
1 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
2 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
12 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
13 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
14 jam yang lalu
Infografis
NATO Butuh 35-50 Brigade...
NATO Butuh 35-50 Brigade Baru Jika Ingin Menang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved