Menko Darmin Sebut Data PHK Tidak Pernah Jelas
Kamis, 01 Oktober 2015 - 22:22 WIB
Menko Darmin Sebut Data PHK Tidak Pernah Jelas
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa data terkait jumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama ini tidak pernah jelas. Pasalnya, data yang ada tidak pernah seragam baik dari pemerintah maupun dari pengusaha.
"Mengenai PHK ini soal seberapa meningkat perlu clear juga. Karena beritanya tak pernah jelas. Konon kabarnya dan kelihatannya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Menurutnya, para pekerja yang terimbas perlambatan pertumbuhan ekonomi ini ada yang hanya dikurangi jam kerjanya, ada pula yang hanya dirumahkan namun tidak terkena PHK. "Ada macam-macam kok itu. Jadi terlalu sederhana kalau dijumlahkan semuanya (kena PHK)," imbuh dia.
Kendati demikian, dia tidak memungkiri bahwa dalam kondisi roda perekonomian di Tanah Air yang masih melambat menyebabkan para pelaku usaha mengurangi jumlah tenaga kerja. Selain itu, harga komoditas yang menurun juga semakin membuat perekonomian Indonesia terpukul.
"Kalau harga batubara, kelapa sawit jatuh ya jauh. Katanya harga kelapa sawit cuma Rp5.000 di level petani, itu pasti pengaruh. Nah bagaimana pemerintah menjawab itu, tetap saja bagaimana mempercepat penyerapan anggaran. Supaya aktivitasnya jalan," tandas Darmin.
"Mengenai PHK ini soal seberapa meningkat perlu clear juga. Karena beritanya tak pernah jelas. Konon kabarnya dan kelihatannya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Menurutnya, para pekerja yang terimbas perlambatan pertumbuhan ekonomi ini ada yang hanya dikurangi jam kerjanya, ada pula yang hanya dirumahkan namun tidak terkena PHK. "Ada macam-macam kok itu. Jadi terlalu sederhana kalau dijumlahkan semuanya (kena PHK)," imbuh dia.
Kendati demikian, dia tidak memungkiri bahwa dalam kondisi roda perekonomian di Tanah Air yang masih melambat menyebabkan para pelaku usaha mengurangi jumlah tenaga kerja. Selain itu, harga komoditas yang menurun juga semakin membuat perekonomian Indonesia terpukul.
"Kalau harga batubara, kelapa sawit jatuh ya jauh. Katanya harga kelapa sawit cuma Rp5.000 di level petani, itu pasti pengaruh. Nah bagaimana pemerintah menjawab itu, tetap saja bagaimana mempercepat penyerapan anggaran. Supaya aktivitasnya jalan," tandas Darmin.
(izz)
Lihat Juga :