Rupiah Sesi I Berakhir Menguat, IHSG Tersayat
Jum'at, 02 Oktober 2015 - 12:04 WIB
Rupiah Sesi I Berakhir Menguat, IHSG Tersayat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini berakhir menguat. Posisi ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang ditutup tersayat.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.631/USD, dengan kisaran harian Rp14.578-Rp14.741/USD. Posisi itu membaik dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.732/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.690/USD. Posisi tersebut mendatar penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.691/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.700/USD. Posisi itu menguat dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.815/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.709/USD, melemah 55 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.654/USD.
Penguatan rupiah tersebut berbanding terbalik dengan IHSG, yang pada akhir sesi I hari ini bertahan di zona merah. IHSG minus 7,79 poin atau 0,18% ke level 4.247,09. IHSG pagi tadi dibuka negatif 10,91 poin atau 0,26% ke level 4.243,97. Pelemahan itu sejalan dengan bursa Asia, yang mayoritas melemah.
Indeks Nikkei 225 melemah 88,34 poin atau 0,50% ke 17.626,38; indeks Strait Times terkoreksi 24,89 poin atau 0,92% ke 2.775,51, sedangkan indeks Hang Seng menguat 378,81 poin atau 1,82% ke 21.225,11.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,27 triliun dengan 3,50 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp6,62 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp626,90 miliar dan aksi beli Rp620,28 miliar. Tercatat 39 saham menguat, 53 saham melemah dan 54 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang turun 1,22%, diikuti tambang berkurang 0,47%. Sedangkan yang menguat hanya sektor industri dasar, yang naik 0,26%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT HS Sampoerna Tbk (HMSP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Sementara yang melemah, di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Astra Interantional Tbk (ASII).
Baca:
Rupiah Dibuka Terluka oleh Penguatan USD
Bursa Asia Variatif, IHSG Dibuka Negatif
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.631/USD, dengan kisaran harian Rp14.578-Rp14.741/USD. Posisi itu membaik dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.732/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.690/USD. Posisi tersebut mendatar penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.691/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.700/USD. Posisi itu menguat dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.815/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.709/USD, melemah 55 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.654/USD.
Penguatan rupiah tersebut berbanding terbalik dengan IHSG, yang pada akhir sesi I hari ini bertahan di zona merah. IHSG minus 7,79 poin atau 0,18% ke level 4.247,09. IHSG pagi tadi dibuka negatif 10,91 poin atau 0,26% ke level 4.243,97. Pelemahan itu sejalan dengan bursa Asia, yang mayoritas melemah.
Indeks Nikkei 225 melemah 88,34 poin atau 0,50% ke 17.626,38; indeks Strait Times terkoreksi 24,89 poin atau 0,92% ke 2.775,51, sedangkan indeks Hang Seng menguat 378,81 poin atau 1,82% ke 21.225,11.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,27 triliun dengan 3,50 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp6,62 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp626,90 miliar dan aksi beli Rp620,28 miliar. Tercatat 39 saham menguat, 53 saham melemah dan 54 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang turun 1,22%, diikuti tambang berkurang 0,47%. Sedangkan yang menguat hanya sektor industri dasar, yang naik 0,26%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT HS Sampoerna Tbk (HMSP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Sementara yang melemah, di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Astra Interantional Tbk (ASII).
Baca:
Rupiah Dibuka Terluka oleh Penguatan USD
Bursa Asia Variatif, IHSG Dibuka Negatif
(rna)
Lihat Juga :