Kinerja Reksa Dana Terpuruk karena Sentimen Memburuk

Minggu, 04 Oktober 2015 - 18:00 WIB
Kinerja Reksa Dana Terpuruk...
Kinerja Reksa Dana Terpuruk karena Sentimen Memburuk
A A A
JAKARTA - Kinerja reksa dana berdasarkan imbal hasil (return) rata-rata yang diberikan hingga sembilan bulan tahun ini kian terpuruk karena sentimen di pasar yang terus memburuk.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat minus 19,19%, kinerja reksa dana saham tergerus hingga 23,03%, reksa dana campuran negatif 12,58% dan reksa dana pendapatan tetap negatif 1,45%.

Analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan reksa dana sepanjang tahun ini masih dipengaruhi beberapa sentimen, seperti perlambatan ekonomi global, spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), yang menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.

Selain itu, melambatnya ekonomi China, yang diikuti anjloknya bursa saham Negeri Tirai Bambu tersebut serta tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Masih berlanjutnya aksi jual saham yang dilakukan oleh investor asing menajdi pemberat kinerja IHSG dan reksa dana berbasis saham sepanjang tahun ini, ," kata dia kepada Sindonews, Minggu (4/10/2015).

Sementara jika dibanding periode yang sama tahun lalu, kinerja IHSG dan reksa dana jauh tertinggal. Selama sembilan bulan 2014, IHSG memberi return rata-rata sebesar 20,20%, reksa dana seham mencapai 22,31%, reksa dana campuran senilai 13,48% dan pendapatan tetap 4,78%.

"Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, kinerja reksa dana saham, campuran, maupun pendapatan tetap seluruhnya mencatatkan kinerja yang lebih buruk pada tahun ini. Itu karena kinerja underlying asset reksa dana berupa saham maupun obligasi pemerintah (SUN) yang terkoreksi di tahun ini," tutur dia.

Obligasi pemerintah hingga akhir September tahun ini memberikan return rata-rata minus 0,89%, namun obligasi korporasi memberikan return rata-rata positif 5,28%. Dibanding periode yang sama tahun lalu, obligasi pemerintah memberi return rata-rata 2,66% dan obligasi korporasi 4,70%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
23 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
52 menit yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved