Tiga Hari Ngebut, Rupiah Akhirnya Ngerem

Kamis, 08 Oktober 2015 - 10:27 WIB
Tiga Hari Ngebut, Rupiah...
Tiga Hari Ngebut, Rupiah Akhirnya Ngerem
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka ngerem setelah tiga hari ngebut jelang pertemuan federal Reserve (The Fed).

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.850/USD dan pada pukul 10.00 WIB di level Rp13.870/USD. Posisi tersebut koreksi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.821/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.872/USD. Posisi itu terdepresiasi sebanyak 74 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.798/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.841/USD. Posisi itu memburuk 78 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.763/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.809/USD, membaik sebesar 256 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.065/USD.

Sementara USD menguat terhadap sejumlah mata uang pada awal perdagangan Asia pada Kamis, meskipun tetap dalam kisaran baru-baru ini karena investor menunggu pertemuan terakhir Federal Reserve terakhir sebagai petunjuk pada kebijakan moneter.

Dikutip dari Reuters, indeks USD naik sekitar 0,1% di 95,595, di tengah-tengah kisaran 93,718-96,700, yang telah diperdagangkan sejak akhir Agustus.

The Fed akan merilis risalah pertemuan September. Investor akan mencermatinya untuk dijadikan petunjuk kapan Fed akan menaikkan suku bunga pertama sejak 2006 pada akhir tahun ini atau menunggu sampai 2016.

Imbal hasil obligasi AS lebih tinggi didukung USD karena pasar saham reli di tengah ekspektasi bahwa kemungkinan The Fed menunda menunda kenaikan suku bunga. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sebesar 2,065% di perdagangan Asia, naik dari penutupan AS pada Rabu di 2,060%. Imbal hasil tersebut mencapai tinggi satu pekan di 2,086% semalam.

Yen merayap sedikit lebih tinggi, tapi kenaikan tertutupi oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang akan mengungkap stimulus tambahan pada awal bulan ini.

Dolar terhadap yen berada di 119,92, turun sekitar 0,1%. Euro terhadap yen diperdagangkan pada 134,76, turun sekitar 0,1%. Euro sedikit lebih rendah terhadap USD pada 1,1235, menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa.

Baca:

Rupiah Berkesempatan Pertahankan Tren Kenaikan

Melesat 400-an Poin, Rupiah Naik Tertinggi ke-2 di Asia
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved