Rupiah Menuju Kenaikan Mingguan Terbaik Lebih dari Satu Dekade

Jum'at, 09 Oktober 2015 - 15:36 WIB
Rupiah Menuju Kenaikan...
Rupiah Menuju Kenaikan Mingguan Terbaik Lebih dari Satu Dekade
A A A
KUALA LUMPUR - Rupiah dan ringgit menuju kenaikan mingguan terbaik lebih dari satu dekade atau masing-masing sejak 2001 dan 1998 karena Indonesia dan Malaysia memanfaatkan reli pasar saham, rebound harga komoditas dan tanda-tanda Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Rupiah melonjak 3,8% menjadi Rp13.371/USD pada siang tadi di Jakarta, kenaikan pekan ini menjadi 9,5%. Ringgit naik 2,9% pada hari Jumat dan 7,3% sejak 2 Oktober menjadi 4,1165. Reli minggu ini terjadi setelah mata uang Malaysia dan Indonesia masing-masing kehilangan 14% dan 9% pada kuartal terakhir.

Mengecewakannya data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang mendorong kembali harapan bagi ekonomi terbesar dunia akan menaikkan biaya pinjaman memacu keuntungan di saham negara berkembang dan mata uang pekan ini dan yang diperkuat oleh rilis risalah dari pertemuan The Fed pada September lalu.

Naiknya harga minyak dan komoditas juga memberi manfaat bagi Malaysia dan Indonesia. (Baca: Ringgit Menuju Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 1998)

"Apa yang kita lihat adalah bahwa orang-orang terus menutup posisi jangka pendek mereka dalam dua mata uang ini. Ini akan menjadi penting untuk menunggu Data China karena bisa menjadi titik balik dan reli tidak didukung oleh fundamental," kata ahli strategi valuta asing Asia di Standard Chartered Plc Divya Devesh, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (9/10/2015).

Bursa saham di Kuala Lumpur telah naik 5% dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah melonjak 9,4% pada pekan ini. Dana asing melakukan aksi beli di pasar saham Indonesua mencapai USD148 juta saham Indonesia dalam empat hari pertama pekan itu, inflow terbesar sejak April 2015.

Sementara obligasi Indonesia yang telah reli pekan ini, mendorong imbal hasil dengan tenor hingga September 2026 turun 62 basis poin menjadi 8,76%. Sementara obligasi Malaysia bertenor 10 tahun stabil di 4,13%.

Kendati demikian, ringgit masih menjadi mata uang dengan performa terburuk di Asia tahun ini dengan penurunan 15%, sedangkan rupiah telah turun 7,6%. Investor luar negeri menarik sekitar USD2 miliar dari saham dan obligasi Indonesia pada kuartal terakhir. Dana asing telah keluar sebesar 18,3 miliar ringgit atau setara USD4,4 miliar di bursa saham Malaysia tahun ini.

Baca:

USD Tertekan The Fed, Rupiah Kembali Injak Gas

Mantap! Rupiah dan IHSG Siang Ini Makin Perkasa
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
32 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved