Pemerintah Harus Cepat Tangani PHK

Selasa, 13 Oktober 2015 - 14:41 WIB
Pemerintah Harus Cepat...
Pemerintah Harus Cepat Tangani PHK
A A A
BATAM - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) menyarankan kepada pemerintah untuk cepat mengambil tindakan terkait maraknya aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami masyarakat Indonesia.

Akibat kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan, banyak masyarakat yang terkena pemutusan hubungan tenaga kerja. "PHK bukan hanya di Batam, di pulau Jawa juga begitu, di Tanggerang, di Jawa Barat, dimana-mana juga begitu. Kondisi ekonominya kan melemah," kata HT usai Deklarasi DPW dan DPD Kepulauan Riau, Senin, 12 Oktober 2015).

HT mengatakan, agar gelombang PHK tidak semakin meluas, pemerintah perlu segera mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. "Jadi, sekarang tugas pemerintah, baik pusat maupun daerah bagaimana ekonominya itu bisa baik lagi," kata dia.

Untuk mencapai hal tersebut, HT menyarankan berbagai hal yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, lebih meningkatkan investasi. Kedua, jangan terlalu lama dalam mengambil keputusan. Ketiga, meningkatkan belanja masyarakat dengan cara meningkatkan daya beli masyarakat.

CEO MNC Group ini juga menilai keputusan pemerintah dalam menurunkan harga BBM dan sebagainya yang tercantum dalam paket kebijakan jilid III adalah langkah baik. "Tapi tidak bisa hanya itu. Kita perlu juga meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya masyarakat yang di PHK, home industri yang tutup dan sebagainya," tegas dia.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai paket kebijakan jilid III yang dikeluarkan pemerintah kurang begitu 'nendang'. Pasalnya paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kurang menyasar pada sisi produktivitas tenaga kerja.

Enny mengatakan, kondisi yang menimpa industri saat ini adalah adanya ancaman PHK akibat kondisi perekonomian Indonesia yang melambat. "Kalau memang pemerintah tidak bisa membuka lapangan pekerjaan, minimal Pemerintah bisa menghentikan laju PHK," kata dia.

(Abdul Kharis)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
26 menit yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
9 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
9 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
10 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
10 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved