Rupiah dan IHSG Siang Ini Menguat Pascarilis Data BPS
Kamis, 15 Oktober 2015 - 12:41 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Menguat Pascarilis Data BPS
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih kuat pascarilis data Badan Pusat Statistik (BPS).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.350/USD. Posisi tersebut masih membaik dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.638/USD. (Baca: Neraca Perdagangan September Surplus Meski Ekspor-Impor Susut)
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD, melesat sebesar 269 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.557/US.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.367/USD, dengan kisaran harian Rp13.225-Rp13.548/USD. Posisi itu masih terapresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.396/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas siang ini berada di Rp13.403/USD, menguat dibanding sebelumnya pada level Rp13.653/USD.
Adapun IHSG pada sesi I ditutup makin positif, dengan kenaikan 39,36 poin atau 0,88% ke level 4.522,44. IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat (rebound) sejalan dengan menghijaunya bursa Asia pascalibur Tahun Baru Islam. IHSG terkerek 30,19 poin atau 0,67% ke level 4.513,27. (Baca: IHSG Dibuka Rebound Pascalibur)
IHSG pada Selasa (13/10/2015) ditutup mengakhiri reli ditekan, dengan koreksi 147,63 poin atau 3,19% ke level 4.483,08. IHSG anjlok terdalam di Asia, sejalan dengan melemahnya mayoritas bursa Asia.
Bursa Asia siang ini ditutup melaju di zona hijau. Adapun indeks Nikkei 225 menguat 239,66 poin atau 1,34% ke level 18.130,66; indeks Strait Times naik 28,84 poin atau 0,97% ke 3.012,72, indeks Hang Seng melonjak 485,73 poin atau 2,16% ke 22.925,64 dan indeks Shanghai naik 45,80 poin atau 1,40% ke level 3.308,24.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,74 triliun dengan 3,33 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp53,58 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,04 triliun dan aksi beli Rp984,13 miliar. Tercatat 137 saham menguat, 102 saham melemah dan 108 saham stagnan.
Sektor saham hari ini semuanya menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang menguat 4,33%, diikuti manufaktur bertambah 1,76%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Astra Graphia Tbk (ASGR) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA).
Baca:
USD Berkubang di Level Rendah, Rupiah Dibuka Cerah
Jika Sentimen Negatif Berlanjut, Rupiah Melemah Lagi
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.350/USD. Posisi tersebut masih membaik dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.638/USD. (Baca: Neraca Perdagangan September Surplus Meski Ekspor-Impor Susut)
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD, melesat sebesar 269 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.557/US.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.367/USD, dengan kisaran harian Rp13.225-Rp13.548/USD. Posisi itu masih terapresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.396/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas siang ini berada di Rp13.403/USD, menguat dibanding sebelumnya pada level Rp13.653/USD.
Adapun IHSG pada sesi I ditutup makin positif, dengan kenaikan 39,36 poin atau 0,88% ke level 4.522,44. IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat (rebound) sejalan dengan menghijaunya bursa Asia pascalibur Tahun Baru Islam. IHSG terkerek 30,19 poin atau 0,67% ke level 4.513,27. (Baca: IHSG Dibuka Rebound Pascalibur)
IHSG pada Selasa (13/10/2015) ditutup mengakhiri reli ditekan, dengan koreksi 147,63 poin atau 3,19% ke level 4.483,08. IHSG anjlok terdalam di Asia, sejalan dengan melemahnya mayoritas bursa Asia.
Bursa Asia siang ini ditutup melaju di zona hijau. Adapun indeks Nikkei 225 menguat 239,66 poin atau 1,34% ke level 18.130,66; indeks Strait Times naik 28,84 poin atau 0,97% ke 3.012,72, indeks Hang Seng melonjak 485,73 poin atau 2,16% ke 22.925,64 dan indeks Shanghai naik 45,80 poin atau 1,40% ke level 3.308,24.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,74 triliun dengan 3,33 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp53,58 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,04 triliun dan aksi beli Rp984,13 miliar. Tercatat 137 saham menguat, 102 saham melemah dan 108 saham stagnan.
Sektor saham hari ini semuanya menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang menguat 4,33%, diikuti manufaktur bertambah 1,76%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Astra Graphia Tbk (ASGR) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA).
Baca:
USD Berkubang di Level Rendah, Rupiah Dibuka Cerah
Jika Sentimen Negatif Berlanjut, Rupiah Melemah Lagi
(rna)
Lihat Juga :