BI Nilai Pemulihan Ekonomi Global Masih Terbatas

Kamis, 15 Oktober 2015 - 20:23 WIB
BI Nilai Pemulihan Ekonomi...
BI Nilai Pemulihan Ekonomi Global Masih Terbatas
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pemulihan ekonomi global saat ini masih terbatas, meski tekanan di pasar keuangan global sudah mulai mereda.

Terbatasnya pemulihan ekonomi global terutama bersumber dari masih terbatasnya pertumbuhan ekonomi emerging market, khususnya China yang diperkirakan terus melambat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengemukakan, tren tersebut tercermin dari indikator manufaktur China yang menurun disertai dengan ekspor yang masih lemah.

"Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi negara maju membaik, meskipun masih belum solid. Pemulihan ekonomi AS masih rentan, tercermin dari indikator ketenagakerjaan yang masih lemah," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Melemahnya indikator ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dan rilis minutes FOMC September 2015 yang cenderung dovish menguatkan kembali perkiraan penundaan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di AS.

"Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Eropa diperkirakan terus membaik, ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan sektor manufaktur yang ekspansif," ujar dia.

Pemulihan ekonomi global yang masih terbatas ini, lanjut Tirta, berdampak pada harga komoditas internasional yang masih terus menurun. Sejalan dengan penundaan kenaikan FFR, tekanan di pasar keuangan global pada awal Oktober 2015 mulai mereda.

"Namun, Bank Indonesia akan terus mencermati risiko global yang berpotensi mendorong tekanan pembalikan modal portfolio dari emerging markets, termasuk dari Indonesia," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
12 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
19 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
27 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
54 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved