Emas Global Melemah, Harga Emas Antam Naik

Senin, 19 Oktober 2015 - 08:56 WIB
Emas Global Melemah,...
Emas Global Melemah, Harga Emas Antam Naik
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini naik Rp3.000/gram dan beli kembali (buyback) menguat Rp4.000/gram. Sementara emas global masih melanjutkan pelemahan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Sabtu (19/10/2015), harga jual emas Antam menjadi Rp566.000/gram dari sebelumnya Rp563.000/gram. Sementara harga buyback emas Antam menjadi Rp504.000/gram dari sebelumnya Rp500.000/gram.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.092.000, dengan harga per gram Rp546.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.620.000 dengan harga Rp540.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.148.000 dengan harga per gram Rp537.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.685.000 dengan harga per gram Rp537.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.320.000, dengan harga per gram Rp532.000.

Harga emas 25 gram Rp13.225.000 dengan harga per gram Rp529.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp26.400.000, dengan harga per gram Rp528.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp52.750.000, dengan harga per gram Rp527.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp131.750.000, dengan harga per gram Rp527.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp263.300.000, dengan harga per gram Rp526.600

Sementara harga emas global berada di bawah level tertinggi 3,5 bulan pada hari ini karena variatifnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) AS menambah ketidakpastian apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot stabil di USD1.176,11/ons papgi ini, setelah melemah 0,5% pada Jumat lalu karena menguatnya dolar AS (USD).

Logam mulia berada di bawah tekanan pada hari Jumat setelah data menunjukkan Sentimen konsumen AS rebound kuat pada awal Oktober, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi tetap di jalurnya meskipun dipengaruhi kuatnya USD dan lemahnya permintaan global.

Data inflasi pada Kamis telah membantu USD menjauh dari level terendah tujuh pekan karena menghidupkan kembali harapan The Fed bisa menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade pada Desember. Sementara produksi manufaktur tergelincir 0,2% karena jumlah rig minyak di AS.

Sebelum jatuh pada akhir pekan lalu, emas telah reli ke level tertinggi 3,5 bulan di USD1.190,63 karena investor bertaruh Fed terpaksa menunda kenaikan suku bunga menjadi tahun depan karena lesunya ekonomi AS sejalan dengan melemahnya ekonomi global.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
4 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved