Rupiah Siang Ini Negatif, IHSG Berakhir Positif
Senin, 19 Oktober 2015 - 12:25 WIB
Rupiah Siang Ini Negatif, IHSG Berakhir Positif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini ditutup negatif. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona positif.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.541/USD, dengan kisaran harian Rp13.421-Rp13.592/USD. Posisi itu kian terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.525/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.563/USD, merosot sebesar 31 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.534/US.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.548/USD, masih positif dibanding sebelumnya pada level Rp13.562/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.534/USD. Posisi tersebut tak jauh beda dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.540/USD.
Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan, masih bertahannya rupiah di teritori negatif karena tertekan membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan melambatnya ekonomi China pada kuartal III tahun ini sebesar 6,9% dibanding kuartal sebelumnya 7%.
"Faktor itu memberi sentimen negatif hari ini," kata dia, Senin (19/10/2015).
Kendati demikian, dia menilai, Bank Indonesia akan berada di pasar untuk tetap menjaga nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi demi meredam tekanan USD lebih dalam.
Sementara IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup di zona positif, dengan menguat 33,28 poin atau 0,74% ke level 4.555,17. Pagi tadi, IHSG reli 12,83 poin atau 0,28% ke level 4.534,71. IHSG akhir pekan lalu ditutup positif, seiring dengan bursa Asia. IHSG naik 14,69 poin atau 0,33% ke level 4.521,88.
Adapun bursa utama Asia siang mayoritas masih memerah. Indeks Nikkei 225 melemah 65,58 poin atau 0,36% ke level 18.226,22; indeks Strait Times turun 7,85 poin atau 0,46%28 ke 3.022,27, indeks Hang Seng terkoreksi 45,64 poin atau 0,20% ke 23.021,73: Sedangkan indeks Shanghai naik 17,06 poin atau 0,50% ke level 3.408,41.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp20 triliun dengan 7 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp2,06 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp11,14 miliar dan aksi beli Rp13,20 miliar. Tercatat 23 saham menguat, 8 saham melemah dan 15 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang menguat 1,99%, diikuti properti bertambah 1,47%. Sementara yang melemah terdalam sektor tambang, minus 0,69%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Asahimas Flat and Glass Tbk (AMFG).
Baca:
USD Stabil terhadap Yen, Rupiah Dibuka Lemas
Bursa Asia Mayoritas Terkoreksi, IHSG Dibuka Reli
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.541/USD, dengan kisaran harian Rp13.421-Rp13.592/USD. Posisi itu kian terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.525/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.563/USD, merosot sebesar 31 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.534/US.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.548/USD, masih positif dibanding sebelumnya pada level Rp13.562/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.534/USD. Posisi tersebut tak jauh beda dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.540/USD.
Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan, masih bertahannya rupiah di teritori negatif karena tertekan membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan melambatnya ekonomi China pada kuartal III tahun ini sebesar 6,9% dibanding kuartal sebelumnya 7%.
"Faktor itu memberi sentimen negatif hari ini," kata dia, Senin (19/10/2015).
Kendati demikian, dia menilai, Bank Indonesia akan berada di pasar untuk tetap menjaga nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi demi meredam tekanan USD lebih dalam.
Sementara IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup di zona positif, dengan menguat 33,28 poin atau 0,74% ke level 4.555,17. Pagi tadi, IHSG reli 12,83 poin atau 0,28% ke level 4.534,71. IHSG akhir pekan lalu ditutup positif, seiring dengan bursa Asia. IHSG naik 14,69 poin atau 0,33% ke level 4.521,88.
Adapun bursa utama Asia siang mayoritas masih memerah. Indeks Nikkei 225 melemah 65,58 poin atau 0,36% ke level 18.226,22; indeks Strait Times turun 7,85 poin atau 0,46%28 ke 3.022,27, indeks Hang Seng terkoreksi 45,64 poin atau 0,20% ke 23.021,73: Sedangkan indeks Shanghai naik 17,06 poin atau 0,50% ke level 3.408,41.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp20 triliun dengan 7 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp2,06 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp11,14 miliar dan aksi beli Rp13,20 miliar. Tercatat 23 saham menguat, 8 saham melemah dan 15 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang menguat 1,99%, diikuti properti bertambah 1,47%. Sementara yang melemah terdalam sektor tambang, minus 0,69%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Asahimas Flat and Glass Tbk (AMFG).
Baca:
USD Stabil terhadap Yen, Rupiah Dibuka Lemas
Bursa Asia Mayoritas Terkoreksi, IHSG Dibuka Reli
(rna)
Lihat Juga :