Halliburton PHK 2.000 Pekerja dalam Satu Bulan
Selasa, 20 Oktober 2015 - 12:47 WIB
Halliburton PHK 2.000 Pekerja dalam Satu Bulan
A
A
A
NEW YORK - Halliburton Co melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 2.000 pekerja dalam satu bulan terakhir karena merosotnya harga minyak.
Perusahaan yang berbasis di Houston, Amerika Serikat (AS) ini menyatakan kuartal pertama tahun depan dapat mewakili titik terendah terhadap margin keuntungan di Amerika Utara karena pelanggan akan mulai dengan anggaran belanja baru untuk 2016 dan Halliburton akan memulai aktivitas di sumur baru.
Komentar itu muncul setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartal III tahun ini sebesar USD54 juta.
"Bisnis pemompaan di Amerika Utara menjadi segmen yang paling tertekan saat ini, tetapi pasar kita juga tahu yang terbaik. Ini adalah segmen yang kita harapkan untuk rebound paling tajam," kata Presiden Halliburton Co Jeff Miller, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (20/10/2015).
Minyak telah berfluktuasi di Amerika Utara tahun ini karena jumlah rig pengeboran berkurang. Penambang telah memangkas anggaran lebih dari USD100 miliar dari rencana belanja global tahun ini setelah harga minyak mentah turun lebih dari separuh sejak Juni 2014.
Halliburton mencatat kerugian 6 sen per saham pada kuartal III, dengan laba bersih sebesar USD1,2 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,41. Sementara penjualan merosot 36% menjadi USD5,6 miliar.
Juru Bicara Halliburton Emily Mir mengatakan, perusahaan telah memangkas tenaga kerja sebanyak 18.000 orang atau sekitar 21% sejak tahun lalu. (Baca: Hati-hati, Perusahaan Teknologi Mulai Lakukan PHK)
Perusahaan yang berbasis di Houston, Amerika Serikat (AS) ini menyatakan kuartal pertama tahun depan dapat mewakili titik terendah terhadap margin keuntungan di Amerika Utara karena pelanggan akan mulai dengan anggaran belanja baru untuk 2016 dan Halliburton akan memulai aktivitas di sumur baru.
Komentar itu muncul setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartal III tahun ini sebesar USD54 juta.
"Bisnis pemompaan di Amerika Utara menjadi segmen yang paling tertekan saat ini, tetapi pasar kita juga tahu yang terbaik. Ini adalah segmen yang kita harapkan untuk rebound paling tajam," kata Presiden Halliburton Co Jeff Miller, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (20/10/2015).
Minyak telah berfluktuasi di Amerika Utara tahun ini karena jumlah rig pengeboran berkurang. Penambang telah memangkas anggaran lebih dari USD100 miliar dari rencana belanja global tahun ini setelah harga minyak mentah turun lebih dari separuh sejak Juni 2014.
Halliburton mencatat kerugian 6 sen per saham pada kuartal III, dengan laba bersih sebesar USD1,2 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,41. Sementara penjualan merosot 36% menjadi USD5,6 miliar.
Juru Bicara Halliburton Emily Mir mengatakan, perusahaan telah memangkas tenaga kerja sebanyak 18.000 orang atau sekitar 21% sejak tahun lalu. (Baca: Hati-hati, Perusahaan Teknologi Mulai Lakukan PHK)
(rna)
Lihat Juga :