Yen Terkapar Atas USD, Rupiah Ditutup Tepar

Rabu, 21 Oktober 2015 - 16:56 WIB
Yen Terkapar Atas USD,...
Yen Terkapar Atas USD, Rupiah Ditutup Tepar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan ditutup tepar, sejalan terkaparnya yen terhadap euro dan USD pascajebloknya bursa saham China.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.770/USD, dengan kisaran harian Rp13.488-Rp13.820/USD. Posisi itu terdepresiasi 62 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.708/USD.

Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas sore ini pada level Rp13.741/USD, melemah dari posisi pembukaan di Rp13.772/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.724/USD. Posisi tersebut memburuk 41 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.683/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.696/USD, merosot sebesar 62 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.634/USD.

Sementara mata uang terkait komoditas, seperti dolar Australia dan Selandia Baru jatuh pada hari ini karena saham China anjlok, sementara data perdagangan dari Jepang mengangkat momok resesi yang dialami ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut.

Yen melemah terhadap USD dan euro setelah banyak data mengganggu arus perdagangan Asia, dengan ekspor Jepang tumbuh di laju paling lambat sejak pertengahan 2014, terutama karena melemahnya ekonomi di China. Itu memberi peluang pelonggaran kuantitatif lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang (BOJ).

Dolar Australia, yang digunakan sebagai proksi yang lebih cair untuk investasi China karena hubungan dagang Australia ke China, turun 0,7% terhadap USD menjadi 0,7213, sementara dolar Selandia Baru turun 0,6% menjadi 0,6700.

Penurunan itu terjadi saat indeks Shanghai ditutup anjlok lebih dari 3%. Saham emerging market lainnya juga jatuh setelah data terbaru mengisyaratkan prospek pertumbuhan suram. (Baca: Bursa China Anjlok Terdalam, IHSG Mampu Reli)

"Data Jepang agak menyedihkan saat koreksi di saham China, menciptakan beberapa kecemasan bagi mata uang yang berisiko," kata ahli strategi valuta asing di Nordea Niels Christensen, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (21/10/2015).

Pasar saham Eropa melemah pada perdagangan sesi awal di London, dengan indeks patokan Eropa jatuh 0,2%.

Pedagang yakin euro rentan terhadap volatilitas menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis. Sementara ECB tidak mungkin melakukan pelonggaran kuantitatif bulan ini. Akibatnya, investor tetap waspada terhadap bank sentral yang mengisyaratkan stimulus pada akhir tahun ini.

Baca:

Rupiah Siang Ini Koreksi, IHSG Naik Tinggi

Rupiah Dibuka Tiarap ke Rp13.700-an/USD
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
11 menit yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
35 menit yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
39 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
2 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
3 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved