AS Tunggu Sikap Indonesia terkait Freeport
Rabu, 21 Oktober 2015 - 21:05 WIB
AS Tunggu Sikap Indonesia terkait Freeport
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat (AS) Robert Blake Jr mengemukakan, persoalan nasib kontrak PT Freeport Indonesia belum diketahui apakah akan dibahas Presiden Barack Obama dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau tidak dalam pertemuan pekan depan. AS masih menunggu sikap pemerintah Indonesia terhadap kontrak perusahaan tambang emas tersebut.
“Kami akan membiarkan mereka (pemerintah Indonesia) mengumumkan secara spesifik terkait Freeport,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/10/2015).
Meski begitu, Blake menyatakan AS menyambut baik pengumuman pemerintah RI yang memberikan jaminan terhadap Freeport. Dia membantah bahwa Freeport sedang mencari peluang memperpanjang kontrak.
“Mereka hanya ingin jaminan masa depan. Jika mereka ingin memperpanjang kontraknya, mereka akan mendapatkan kesempatan itu,” katanya.
Menurut Blake, jaminan perpanjangan kontrak sangat penting bagi perusahaan. “Setiap perusahaan manapun tidak akan mendapatkan investasi baru - dalam hal ini Freeport yang akan memulai pertambangan bawah tanah baru di Papua. Mereka harus mendapatkan jaminan bahwa kontrak mereka akan diperpanjang. Jadi mereka bisa mendapatkan investasi baru,” terangnya.
Blake menyebut jaminan ini akan menjadi contoh bagus dari niat pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan dengan investor asing.
Baca juga:
Awal Pekan Depan Jokowi Akan Bertemu Obama Bahas Ekonomi
Deregulasi Besar-besaran, Jokowi Dapat Bisikan dari Syekh
Soal Freeport, Rizal Sebut Pejabat RI Bermental Inlander
“Kami akan membiarkan mereka (pemerintah Indonesia) mengumumkan secara spesifik terkait Freeport,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/10/2015).
Meski begitu, Blake menyatakan AS menyambut baik pengumuman pemerintah RI yang memberikan jaminan terhadap Freeport. Dia membantah bahwa Freeport sedang mencari peluang memperpanjang kontrak.
“Mereka hanya ingin jaminan masa depan. Jika mereka ingin memperpanjang kontraknya, mereka akan mendapatkan kesempatan itu,” katanya.
Menurut Blake, jaminan perpanjangan kontrak sangat penting bagi perusahaan. “Setiap perusahaan manapun tidak akan mendapatkan investasi baru - dalam hal ini Freeport yang akan memulai pertambangan bawah tanah baru di Papua. Mereka harus mendapatkan jaminan bahwa kontrak mereka akan diperpanjang. Jadi mereka bisa mendapatkan investasi baru,” terangnya.
Blake menyebut jaminan ini akan menjadi contoh bagus dari niat pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan dengan investor asing.
Baca juga:
Awal Pekan Depan Jokowi Akan Bertemu Obama Bahas Ekonomi
Deregulasi Besar-besaran, Jokowi Dapat Bisikan dari Syekh
Soal Freeport, Rizal Sebut Pejabat RI Bermental Inlander
(dmd)
Lihat Juga :