Jokowi Instruksikan Hidupkan Kembali 8 Kawasan Ekonomi Khusus

Jum'at, 23 Oktober 2015 - 06:44 WIB
Jokowi Instruksikan...
Jokowi Instruksikan Hidupkan Kembali 8 Kawasan Ekonomi Khusus
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan para menterinya untuk menentukan terobosan guna menghidupkan kembali delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang sebelumnya telah ditetapkan.

Dia mengatakan, dengan kembali hidupnya KEK, maka akan ada arus modal dan investasi yang masuk ke Indonesia. Sehingga, lapangan kerja akan terbuka lebar. (Baca: Diskon Pajak untuk Revaluasi Aset Hanya Berlaku hingga 2016)

"?Akan ada modal masuk, akan ada arus investasi masuk sehingga membuka lowongan pekerjaan sebesar-besarnya," terang Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Tidak tanggung-tanggung, Jokowi meminta para menterinya memberikan insentif dan kemudahan lainnya agar pengusaha tak ragu lagi menanamkan modalnya di delapan kawasan terpilih tersebut. "Kita betul-betul ingin memberikan kesempatan kepada mereka dan kemudahan dalam menjalankan usaha," imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan, pemerintah juga perlu memberikan fasilitas dalam rangka pengelolaan sumber daya air.

"?Satu lagi pemerintah perlu memberikan fasilitas dalam rangka pengelolaan sumber daya air pascakeputusan MK, khususnya dalam hal pengelolaan air oleh para pengusaha yang berinvestasi di Indonesia?," tandasnya.

Delapan kawasan ekonomi khusus (KEK), meliputi:
1. KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
2. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
3. KEK Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah
4. KEK Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara
5. KEK Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
6. KEK Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten
7. KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
8. KEK Belitung, Kota Belitung, Sulawesi Utara.

Baca juga:

Ini Dua Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V

Revaluasi Aset, Rizal Pede Kebijakan Jilid V Bikin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 6%

Pemerintah Beri Diskon Pajak Bervariasi

Rizal Ramli: BUMN Bodoh Jika Tak Revaluasi Aset
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamat! Jokowi Tunjuk...
Selamat! Jokowi Tunjuk Airlangga Hartarto Jadi Ketua Dewan Nasional KEK
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Dua KEK Baru dengan...
Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui
Prabowo Resmikan KEK...
Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Realisasi Investasi Sentuh Rp17,95 T
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Berhasil Gaet Investasi Rp22,5 Triliun
KEK Likupang Jadi Destinasi...
KEK Likupang Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas, Ini Dukungan AirNaV Indonesia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
14 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
28 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
40 menit yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
53 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved