BI Ramal Inflasi Akhir 2015 di Bawah 4%

Jum'at, 23 Oktober 2015 - 11:03 WIB
BI Ramal Inflasi Akhir...
BI Ramal Inflasi Akhir 2015 di Bawah 4%
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo meramal, inflasi di akhir 2015 hanya 4% bahkan berpotensi di angka 3,6% jika fundamental ekonomi stabil. Current account deficit (CAD) juga diperkirakan positif.

Menurutnya, saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulanan pekan lalu, fundamental ekonomi dalam negeri mengalami perbaikan ke arah positif.

"Itu terlihat dari inflasi yang sebelumnya di kisaran 4% plus minus 1% atau 4,3%. Saat pembahasan di RDG terakhir kami lihat bahwa inflasi di akhir 2015 akan di bawah 4%. Bahkan jika dipertahankan bisa di kisaran 3,6%. Adapun CAD kami juga lihat sama," katanya usai rapat Forum Koordinasi Kestabilan Sistem Keuangan (FKKSK) di Jakarta, Kamis (23/10/2015) malam.

Pihaknya memprediksi CAD kuartal III/2015 bisa di bawah 2% atau 1,8% dari GDP. Maka, sepanjang 2015 secara konsiaten kondisi yang dicapai lebih baik dibanding 2014.

"Sepanjang 2015 akan terlihat CAD yang defisit 3,1% di 2014 akan membaik 2% atau 2,1% di 2015. Kondisi ini juga didukung trade surplus Januari-September yang konsisten surplus menunjukan kondisi perbaikan fundamental ekonomi Indonesia," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan untuk mewaspasi perkembangan eksternal terutama pada tiga aspek penting yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

"Pertaman, pertumbuhan China yang ada cenderung melemah dan kami yakin pelemahan ini bisa berjalan dan tidak membawa dampak signifikan pada dunia khsusunya emerging. China yang akan kelola kurs akan lebih dikelola moneter yang independen dengan curent acount yang lebih terbuka," tutur Agus.

Hal tersebut memang ada risiko khusus dalam pelaksanaan dengan pertimbangan USD yang menguat dan upaya China dalam menjaga pertumbuhan ekonominya tidak menurun lebih besar.

"Kedua, normalisasi kebijakan The Fed di mana ada ketidakpastian apakah akan naik 2015 atau 2016. Ketidakpastian ini perlu jadi perhatian kita," jelas dia.

Ketiga, berlanjutnya penyesuaian harga komoditas. Kondisi ekonomi domestik mengarah kuat, tapi pihaknya tetap memberi perhatian tinggi pada kondisi eksternal.

"Maka kami sampaikan rilis seperti yang kami sampaikan. Perlu dijelaskan jika di bulan mendatang akan dibahas, maka semua kembali ke data independen. Kami akan lakukan satu perubahan kebijakan sepenuhnya jika didukung data," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
12 menit yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
23 menit yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
2 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
4 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
6 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved