Euro Mendatar, Rupiah Ditutup Naik Tipis

Jum'at, 23 Oktober 2015 - 16:41 WIB
Euro Mendatar, Rupiah...
Euro Mendatar, Rupiah Ditutup Naik Tipis
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup naik tipis, di tengah mendatarnya euro terhadap mata uang negara Paman Sam.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.621/USD. Posisi tersebut membaik 19 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.640/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.625/USD, dengan kisaran harian Rp13.440-Rp13.952/USD. Posisi itu terapresiasi 8 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.633/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas ini pada level Rp13.636/USD, menguat 242 poin dari posisi kemarin di Rp13.878/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.491/USD, positif sebesar 149 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.640/USD.

Sementara euro melayang tepat di atas posisi terendah dua bulan pada hari ini, masih berjuang setelah serangkaian sinyal Bank Sentral Eropa (EBC) kemungkinan akan melanjutkan program stimulus, sehingga membuat euro mengalami penurunan harian terbesar sejak Januari, kemarin.

Goldman Sach mengatakan, potensi penurunan lebih lanjut dalam euro masih cukup besar dan akan kembali ke posisi terendah 12 tahun teakhir ke level sekitar 1,05, yang dicetak pada Maret lalu jika ECB melakukan pelonggaran kuantitatif.

"ECB sebagai harapan yang paling dovish. Jika kita jatuh di bawah 1,1050/USD hari ini maka kita akan melihat penjualan struktural (oleh manajer aset) pekan depan," kata Wakil Kepala Portofolio Investasi di Millennium Global Richard Benson, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/10/2015).

Euro jatuh ke 1,1072/USD di perdagangan Asia sebelum pulih ke 1,1104/USD. Namun, konsensus atas USD yang lebih kuat membantu mendorong langkah perubahan dalam euro yang telah melemah sejak Maret.

Banyak ekonom tidak yakin bahwa peningkatan atau perpanjangan waktu pembelian obligasi bank akan berdampak signifikan pada mata uang.

Sementara dolar Australia dan Selandia Baru naik tajam terhadap euro dan USD, yang mencerminkan suasana bullish di pasar saham global. Aussie naik hampir 1% menjadi 0,7278/USD.

Baca:

Rupiah Siang Ini Terluka, IHSG Berjaya

Euro Jeblok, Rupiah Dibuka Jungkir Balik
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved