Yusril Pertanyakan Kepentingan Kereta Cepat

Jum'at, 23 Oktober 2015 - 19:03 WIB
Yusril Pertanyakan Kepentingan...
Yusril Pertanyakan Kepentingan Kereta Cepat
A A A
JAKARTA - Kontroversi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini masih menuai pro dan kontra. Salah satunya dilontarkan politisi dan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

"Saya ingin bertanya barangkali ada yang bisa menjelaskan apakah memang urgent membangun kereta api cepat yang menghubungkan Bandung-Jakarta?" tulis Yusril dalam akun Tweeternya, Jumat (23/10/2015)

Menurutnya, dengan transportasi yang sudah ada, apakah dengan jalan Tol Cipularang, kereta api dan pesawat terbang Jakarta-Bandung masih belum cukup.

Yusril mengatakan, pertanyaan tentang urgensi ini perlu dijelaskan karena biaya pembangunan kereta cepat sangat besar diperkirakan mencapai USD5 miliar dolar AS atau Rp78 triliun.

"Biaya itu bukan berasal dari pengalihan subsidi BBM melainkan setoran equity 25% konsorsium empat BUMN senilai hampir Rp19 triliun," kicaunya.

Hal yang membuat Yusril geleng kepala, sisanya 75% berasal dari pinjaman China terhadap empat BUMN (Waskita, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII) yang harus dilunasi selama 60 tahun. Apalagi kontraktor pembangunan kereta cepat itu adalah pihak China sendiri yang mungkin akan membawa tenaga kerja dari sana pula

"Kalau kontraktor itu lalai atau wanprestasi mengerjakan proyek kereta cepat itu, apa yang akan terjadi dengan pinjaman kepada konsorsium empat BUMN Indonesia. Yang namanya utang ya tetap utang. Yang harus dicicil utang pokok plus bunganya jika telah jatuh tempo," bebernya.

Yusril menegaskan, China tidak akan mau pusing dengan kelalaian kontraktornya sendiri, sengaja atau tidak sengaja, yang namanya utang ya harus bayar. Jika tidak mampu membayar bukan mustahil China akan akuisisi saham empat konsorsium BUMN. Maka China akan menguasai BUMN Indonesia.

Menurutnya, itulah model "investasi" China ke Indonesia, layak kah mereka disebut sebagai investor? "Demikian pertanyaan saya. Sekadar koreksi tweet sebelumnya, investasi pembangunan kereta cepat itu USD5,5 miliar atau setara Rp78 triliun," katanya.

Baca juga:

Indef: Kereta Cepat Tak Tepat di Pulau Jawa

Pernyataan Kelangsungan Proyek Kereta Cepat Tak Satu Suara

Pernyataan Kelangsungan Proyek Kereta Cepat Tak Satu Suara
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
29 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
41 menit yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
2 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
2 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved