BNI Syariah Bukukan Pertumbuhan Aset Lampaui Industri

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 00:17 WIB
BNI Syariah Bukukan...
BNI Syariah Bukukan Pertumbuhan Aset Lampaui Industri
A A A
JAKARTA - Hingga September 2015, BNI Syariah membukukan kinerja yang cukup bagus mengikuti induk usahanya. Kinerja keuangan perseroan mengalami kenaikan, terlihat dari aset yang membengkak 23,13% menjadi Rp22,7 triliun.

Pertumbuhan aset perseroan diyakini masih akan lebih tinggi dari rata-rata industri. Hingga akhir tahun 2015 nilai aset industri akan maksimal 12%, sedangkan perseroan masih dapat mencapai 20%.

Presiden Direktur BNI Syariah. Dinno Indiano mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan aset dengan dukungan kenaikan laba bersih sebesar 50,7%. Hingga kuartal III 2015 laba bersih tercatat sebanyak Rp156,6 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp103,9 miliar. Kenaikan laba tersebut disebabkan karena peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil lebih tinggi dari beban operasional.

"Pendapatan setelah distribusi bagi hasil mengalami kenaikan 34,26% menjadi Rp 1,171 triliun. Sedangkan untuk beban operasional menjadi Rp1,01 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp732,9 miliar," ujar Dinno dalam siaran persnya, Jumat (23/10/2015).

Dia menjelaskan mesin pertumbuhan yang menjadi tumpuan perseroan dari kenaikan pembiayaan sebesar 20,5% menjadi Rp16,9 triliun. Dari total pembiayaan sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif sebesar 53,92%, pembiayaan produktif 22,41%, dan pembiayaan komersial 15,25%.

Sementara pembiayaan mikro dan kartu Hasanah Card masing-masing berkontribusi 6,2% dan 2,3% dari total pembiayaan. "Pembiayaan konsumtif yang menyumbang mayoritas pembiayaan BNI Syariah, didominasi oleh pembiayaan Griya Ib Hasanah, yaitu dengan komposisi sebesar 85,44%," ujarnya.

Tidak hanya itu, dengan pembiayaan yang mengalami kenaikan, tercatat dana pihak ketiga (DPK) juga naik 26,77% menjadi Rp18,9 triliun. Kenaikan DPK ini sebanyak 56,07% merupakan deposito. Sisanya, 35% tabungan dan 8,7% berupa giro. Rasio permodalan dalam Capital Adequacy Ratio (CAR) per September 2014 sebesar 19,35% menjadi 15.38%. Dengan tergerusnya CAR, pihaknya akan memikirkan tambahan modal, bisa dari induk atau melalui mekanisme strategic partner

Sementara kenaikan non performing fund (NPF) atau rasio kredit macet secara year on year menjadi 2,54% dari periode yang sama tahun lalu 1,99%.

Dinno mengatakan, akan menjaga NPF dengan berbagai kebijakan yang dapat menahan laju NPF naik ke atas. "Kami terus berusaha menjaga NPF untuk dipertahankan supaya kebijakan prudent dengan prosedur pembiayaan pruden sampai pencairan kebijakan dijalankan secara konsisten. Secara industri kami masih lebih baik dalam menjaga NPF, " tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Transaksi Volume BNI...
Transaksi Volume BNI iB Hasanah Card Capai Rp895,2 Miliar
BNI Syariah Salurkan...
BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Wakaf Pertama dengan Agunan Imbal Hasil CWLS
Satu Dekade Berhasanah,...
Satu Dekade Berhasanah, BNI Syariah Berikan Promo Menarik untuk Nasabah
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Dana Haji di BNI Syariah...
Dana Haji di BNI Syariah Sudah Ada Rp3,4 Triliun
Berita Terkini
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
40 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
2 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
2 jam yang lalu
Infografis
Profil dan Aset 7 BUMN...
Profil dan Aset 7 BUMN yang Bakal Dikelola BP Danantara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved