Inalum Dinilai Tak Pantas Serap Saham Freeport

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 11:42 WIB
Inalum Dinilai Tak Pantas...
Inalum Dinilai Tak Pantas Serap Saham Freeport
A A A
MEDAN - Pengamat ekonomi Universitas Negeri Medan M Ishak menilai, PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum tak pantas membeli saham PT Freeport Indonesia. Sebab, saat ini saja perusahaan pelat merah tersebut belum melakukan pembayaran pajak permukaan air (PAP) kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dia mengatakan, seharusnya Inalum menyelesaikan terlebih dahulu pembayaran PAP sesuai hitungan yang telah ditetapkan Pemprov Sumut di dalam peraturan daerah. (Baca: Inalum Belum Mengetahui Surat Penawaran Freeport)

"Kalau menurut saya Inalum belum layak untuk membeli saham perusahaan asing itu (Freeport), karena kondisi keuangannya saja saat ini kita ragukan. Untuk membayar pajak ke Pemprov Sumut saja tidak bisa. Ini ada apa? Apakah Inalum banyak utang? Bagaimana perusahaan yang banyak utangnya bisa membeli saham perusahaan lain," ujarnya di Medan, Jumat (23/10/2015).

Menurutnya, Inalum lebih baik membenahi terlebih dahulu keuangannya, dan memberikan laporan secara transparan kepada Pemprov Sumut sehingga tidak menjadi permasalahan, terutama juga bagi DPRD Sumut yang terus mempertanyakan tentang pajak dari Inalum ini.

Selain itu, Inalum seharusnya juga memilih akuntan keuangan yang independen. Artinya, pemerintah daerah dapat terlibat dalam memilih akuntan sehingga dapat menghindari kecurigaan selama ini.

"Kalau pun Inalum keuangannya baik, seharusnya lebih memprioritaskan memberikan sharing keuntungan bagi daerah, sehingga daerah bisa menikmati manfaat dari keberadaan Inalum selama ini," tandasnya.

Sebelumnya Direktur Keuangan Inalum Oggy A Kosasih menegaskan, pihaknya ‎masih menghitung aset keuangan yang dimiliki perseroan untuk mengambil alih saham Freeport. (Baca: Minat Caplok 20% Saham, Rini Kirim Surat ke Freeport)

Saat ini, Inalum sudah menunjuk konsultan yang mampu menghitung cash perusahaan. Perseroan juga sedang menyiapkan beberapa hal terkait pembelian tersebut. Pasalnya, pembelian ini membutuhkan kesiapan matang.

"Sedang dihitung sama konsultan. Kalau ambil alih memang dari atasan (Kementerian BUMN). Karena kita punya kemampuan me-leverage, terus kita juga punya dana yang bisa digunakan untuk itu. Ekuitas kita juga masih memungkinkan, tetapi tidak mungkin semuanya dari ekuitas," katanya beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Caplok Saham Freeport, Ini yang Sedang Dilakukan Inalum

Beli Saham Divestasi Freeport, Rini Pilih Utang Bank Internasional
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Beroperasi Lebih...
Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
35 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
44 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved