Langit Tak Akan Runtuh Jika Kontrak Freeport Distop

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 12:43 WIB
Langit Tak Akan Runtuh...
Langit Tak Akan Runtuh Jika Kontrak Freeport Distop
A A A
JAKARTA - Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) meradang dengan sikap pemerintah yang seakan terus merendahkan martabat bangsa Indonesia di mata PT Freeport Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat itu telah mengeruk tambang hampir setengah abad di bumi Papua.

Koordinator JATAM Hendrik Siregar menilai sikap pemerintah masih bermental terjajah, karena takut jika kontrak karya Freeport distop maka akan timbul kekacauan ekonomi. Raksasa tambang Amerika Serikat (AS) ini pun seakan menjadi 'dewa' penyelamat satu-satunya yang harus diberi keistimewaan.

"Seakan-akan jika tidak memperpanjang kontrak karya Freeport, maka langit akan runtuh, timbul kekacauan ekonomi, APBN kolaps. Ini seperti menjadikan Freeport 'dewa' penyelamat satu-satunya yang harus dijamu, dilayani, dihormati kalau perlu jadi paham nasionalisme," katanya seperti dalam rilis yang diterima Sindonews belum lama ini. (Baca: Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang)

Menurutnya, sikap pejabat pemerintah yang menyebut APBN akan kolaps jika kontrak Freeport tidak diperpanjang telah dibutakan oleh nasionalisme Freeport.

Dia menyebutkan, pada awal 2014 Freeport menyetor pajak dan royalti Rp5,6 triliun, sementara pemerintah pada tahun sama harus membayar bunga dan pokok utang mencapai Rp65,5 triliun. Padahal, bunga utang yang harus dibayarkan pemerintah jauh lebih besar ketimbang setoran royalti yang diberikan Freeport.

"Logika sederhana, jauh lebih senang kehilangan uang sebelas kali lipat untuk membayar utang dari pada kehilangan Freeport," ketus dia. (Baca: Ini Alasan ESDM Perpanjang Kontrak Freeport)

Hendrik menuturkan, kendati pemerintah Indonesia telah beberapa kali berganti pemerintahan, namun perilaku sama masih tetap terjadi dari tahun ke tahun. Pemerintah dinilai hanya mementingkan pendapatan, dan mengabaikan semua fakta secara utuh.

Seharusnya, pemerintah memanfaatkan waktu menuju 2019 untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Freeport. "Sepatutnya, perilaku buruk yang tak pernah tuntas diusut, dilakukan penegakan hukum, bukan sibuk mencari celah hanya untuk memperpanjang kontrak, dengan membual kesana-kemari," ungkapnya.

Hendrik menegaskan, pemerintah harus segera menghentikan segala omong kosong yang berlebihan mengenai Freeport. Perusahaan tambang asal Negeri Paman Sam itu harus diperlakukan sama dengan perusahaan lain untuk menegakkan kedaulatan bangsa. (Baca: Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger)

"Kami pun menuntut pemerintah Jokowi-JK, sebaiknya melakukan evaluasi Freeport secara menyeluruh atas persoalan lingkungan, HAM, kewajiban keuangan, perizinan dengan melibatkan berbagai pihak secara terbuka dan independen," tandasnya. (lly)

Baca juga:


DPR Minta Jokowi Tegur Menteri ESDM Soal Freeport

FPAB Akan Gugat Pemerintah soal Kontrak Freeport

Ingin Perpanjang Kontrak Freeport, Pemerintah Diminta Lakukan Ini

Rizal Ramli Heran Sudirman Said Ngotot Bela Freeport
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Beroperasi Lebih...
Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
11 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
13 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
23 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved