Saham Asia Ramai-ramai Naik

Senin, 26 Oktober 2015 - 08:29 WIB
Saham Asia Ramai-ramai...
Saham Asia Ramai-ramai Naik
A A A
TOKYO - Saham Asia pada perdagangan pagi ini memusnahkan semua kerugian sejak devaluasi mata uang China pada Agustus lalu, seiring penguatan ekuitas global setelah bank sentral China (PBoC) memangkas suku bunga untuk menopang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Dilansir dari Reuters, Senin (26/10/2015) Indeks Nikkei N225 naik 1,0% ke level tertinggi dalam dua bulan. Sementara Kospi Korea Selatan, KS11 naik 0,4% dan saham Australia naik tipis 0,3%.

Indeks mata uang dolar MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1%. MIAPJ0000PUS karena kekuatan dolar, berdiri di dekat angka tertinggi dalam 2 setengah bulan pada Jumat lalu.

Indeks MSCI dari saham pasar dunia. MIWD00000PUS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada Jumat, setelah naik lebih dari 10% dari dua tahun terendah sebulan lalu.

Sebagian besar kerugian sejak 11 Agustus telah pulih, ketika tiba-tiba devaluasi yuan China memicu kekhawatiran ekonomi mungkin berada dalam kesulitan yang lebih dalam.

Di Wall Street, S & P 500 Index .SPX naik 1,1% berubah positif pada tahun ini, sedangkan teknologi Nasdaq naik 2,3% .IXIC.

Saham teknologi memimpin jalan berkat keuntungan Alphabet (GOOGL.O), Amazon (AMZN.O) dan Microsoft (MSFT.O), setelah tiga perusahaan itu melaporkan pendapatan positif. Sementara Microsoft naik ke angka tertinggi dalam 15 tahun.

China telah mengatur nada pada Jumat ketika PBoC memankas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,35% dan menurunkan rasio persyaratan cadangan bank-bank besar sebesar 50 basis poin menjadi 17,5%.

Kejutan bergerak mengangkat aset berisiko didorong oleh pesan Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi, bahwa mereka siap meningkatkan pelonggaran moneter (QE) dan memangkas suku bunga ke level yang lebih rendah, bahkan negatif.

IT2YT Italia = TWEB dan Spanyol ES2YT = TWEB obligasi 2 tahun pemerintah berubah negatif untuk pertama kalinya, yang berarti investor efektif membayar untuk menahan mereka daripada dibayar. Sementara patokan 2 tahun yield Jerman turun lagi menjadi minus 0,345% DE2YT = TWEB.

Hasil negatif melemahkan daya tarik untuk memegang euro, di mana pedagang mendorongnya ke level terendah dalam 2 setengah bulan USD1,0989/euro.

Yen merosot ke 121,60/USD, terendah sejak akhir Agustus karena para pedagang berspekulasi Bank Sentral Jepang (BOJ) mungkin melepaskan pelonggaran tambahan pada Jumat, mengikuti jejak dari ECB dan China.

"Ekonomi Jepang lebih lemah dari pada bulan Agustus dan tidak ada tanda-tanda rebound. Pasar sekarang mengharapkan pelonggaran dari BOJ," kata Takeru Ogihara, kepala strategi Mizuho Trust Bank.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Para Investor Pemula?...
Para Investor Pemula? Simak Tips Memilih Saham Berikut Ini
ERAA Bagikan Dividen...
ERAA Bagikan Dividen Tahun Buku 2021 Rp362,48 Miliar
IPO Menjadi Pintu Masuk...
IPO Menjadi Pintu Masuk Lambungkan Kekayaan Miliarder Dunia
Majoris Asset Management...
Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund Luncurkan Wakaf Saham Istiqlal
Sekolah Pasar Modal...
Sekolah Pasar Modal untuk Edukasi Investasi Saham Timnas Indonesia U-20
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
28 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved