Rupiah Siang Ini Menderita, IHSG Bergairah
Senin, 26 Oktober 2015 - 12:19 WIB
Rupiah Siang Ini Menderita, IHSG Bergairah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang hari ini menderita karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD). Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bergairah.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada angka Rp13.710/USD, dengan kisaran harian Rp13.588-Rp13.710/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi akhir pekan lalu di Rp13.625/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg berada pada level 13.661/USD atau tertekan dibanding penutupan akhir pekan berakhir di level Rp13.621/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.648/USD. Posisi ini melemah dibanding sebelumnya di level Rp13.636/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.643/USD, anjlok 152 poin dari posisi Rp13.491/USD pada akhir pekan lalu.
Sementara IHSG sesi I bertambah 35,66 poin atau 0,77% ke level 4.688,81. Pagi tadi, IHSG dibuka menguat ke level 4.683,11 atau naik 98,55 poin atau sekitar 0,64%. Hal itu sejalan dengan tren kenaikan di bursa saham Asia. Sedangkan siang ini, bursa Asia berakhir positif.
Indeks Nikkei 225 menguat 135,30 poin atau 0,72% ke level 18.960,60; indeks Strait Times naik 25,96 poin atau 0,84% ke 3.095,53; indeks Hang Seng menguat 52,39 poin atau 0,23% ke 23.204,33; dan indeks Shanghai naik 24,59 poin atau 0,72% ke level 3.437,03.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23,21 triliun dengan 5,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp6,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp19,19 triliun dan aksi beli Rp13,09 triliun. Tercatat 156 saham menguat, 106 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Sektor saham hari ini variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah keuangan yang terkerek 1,62%. Sementara yang melemah terdalam sektor perkebunan yang turun 0,59%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (ASII). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Baca:
Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Keperkasaan USD
Ikuti Tren Asia, IHSG Dibuka di Jalur Hijau
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada angka Rp13.710/USD, dengan kisaran harian Rp13.588-Rp13.710/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi akhir pekan lalu di Rp13.625/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg berada pada level 13.661/USD atau tertekan dibanding penutupan akhir pekan berakhir di level Rp13.621/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.648/USD. Posisi ini melemah dibanding sebelumnya di level Rp13.636/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.643/USD, anjlok 152 poin dari posisi Rp13.491/USD pada akhir pekan lalu.
Sementara IHSG sesi I bertambah 35,66 poin atau 0,77% ke level 4.688,81. Pagi tadi, IHSG dibuka menguat ke level 4.683,11 atau naik 98,55 poin atau sekitar 0,64%. Hal itu sejalan dengan tren kenaikan di bursa saham Asia. Sedangkan siang ini, bursa Asia berakhir positif.
Indeks Nikkei 225 menguat 135,30 poin atau 0,72% ke level 18.960,60; indeks Strait Times naik 25,96 poin atau 0,84% ke 3.095,53; indeks Hang Seng menguat 52,39 poin atau 0,23% ke 23.204,33; dan indeks Shanghai naik 24,59 poin atau 0,72% ke level 3.437,03.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23,21 triliun dengan 5,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp6,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp19,19 triliun dan aksi beli Rp13,09 triliun. Tercatat 156 saham menguat, 106 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Sektor saham hari ini variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah keuangan yang terkerek 1,62%. Sementara yang melemah terdalam sektor perkebunan yang turun 0,59%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (ASII). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Baca:
Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Keperkasaan USD
Ikuti Tren Asia, IHSG Dibuka di Jalur Hijau
(rna)
Lihat Juga :