USD Dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Menawan

Selasa, 27 Oktober 2015 - 10:06 WIB
USD Dalam Tekanan, Rupiah...
USD Dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Menawan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka menawan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) karena mata uang negara Paman Sam tersebut berada dalam tekanan menjelang pertemua Federal Reserve (The Fed).

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.626/USD, menguat 17 poin dari posisi kemarin di Rp13.643/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada angka Rp13.632/USD. Posisi tersebut membaik 41 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.673/USD.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level 13.607/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.640/USD. Posisi ini menguat tipis 8 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.648/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.649/USD. Posisi ini positif 19 poin dibanding sebelumnya di level Rp13.668/USD.

Sementara USD berada di bawah tekanan pada Selasa setelah mengecewakannya data penjualan rumah di AS, sehingga mendorong imbal hasil obligasi menurun dan meningkatkan spekulasi investor bahwa The Fed akan memilih untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun ini.

Data yang dirilis pada Senin menunjukkan penjualan rumah AS untuk keluarga tunggal jatuh mendekati level terendah satu tahun pada September setelah naik selama dua bulan berturut-turut.

Data yang mengecewakan mendukung ekspektasi bahwa bank sentral AS akan meninggalkan suku bunga mendekati nol pada Rabu, pada penutupan pertemuan dua hari mendatang.

Dikutip dari Reuters, terhadap mitra Jepang, USD merosot sekitar 0,2% menjadi 120,89, menjelang pertemuan Bank Sentral Jepang (BOJ) pada akhir pekan ini.

Sementara mayoritas pejabat Bank Sentral Jepang akan lebih memilih untuk menunda meningkatkan program stimulusnya. Semenetara poyeksi kebijakan moneter yang berbeda mendukung USD terhadap euro, yang berada di 1,1057.

Investor meperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) memperluas atau memperpanjang program pembelian aset untuk mendukung ekonomi zona Eropa. (Baca: Pelemahan Rupiah Diprediksi Bisa Membesar)

Indeks USD terhadap enam mata uang rival, turun 0,1% ke 94,769. Sementara imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun berada di 2,054% pada perdagangan Asia, dibandingkan dengan penutupan Rabu pekan lalu di 2,058%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved