Rupiah Diproyeksi Menguat Terbatas
Rabu, 28 Oktober 2015 - 08:37 WIB
Rupiah Diproyeksi Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diproyeksi menguat tapi cenderung terbatas.
"Ini menandakan masih adanya potensi pembalikan arah melemah jika sentimen yang ada kurang mendukung penguatan. Meski demikian, tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.619-Rp13.634/USD.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.626/USD, menguat 17 poin dari posisi sebelumnya di Rp13.643/USD.
Penguatan pada sejumlah mata uang terhadap USD pada Selasa kemarin membantu rupiah dapat berbalik naik, antara lain yen dan euro. Padahal dari sisi sentimen di pasar, masih melemahnya sejumlah harga komoditas memberikan ruang bagi USD bertahan menguat.
Selain itu, pada sejumlah mata uang pun masih tercatat menguat. Oleh karena itu, meski rupiah menguat, namun hanya tipis karena kedua tarik menarik volume beli dan jual tersebut.
"Ini menandakan masih adanya potensi pembalikan arah melemah jika sentimen yang ada kurang mendukung penguatan. Meski demikian, tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.619-Rp13.634/USD.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.626/USD, menguat 17 poin dari posisi sebelumnya di Rp13.643/USD.
Penguatan pada sejumlah mata uang terhadap USD pada Selasa kemarin membantu rupiah dapat berbalik naik, antara lain yen dan euro. Padahal dari sisi sentimen di pasar, masih melemahnya sejumlah harga komoditas memberikan ruang bagi USD bertahan menguat.
Selain itu, pada sejumlah mata uang pun masih tercatat menguat. Oleh karena itu, meski rupiah menguat, namun hanya tipis karena kedua tarik menarik volume beli dan jual tersebut.
(rna)