Dolar Singapura Diprediksi Merosot 2% Akhir Tahun

Rabu, 28 Oktober 2015 - 12:30 WIB
Dolar Singapura Diprediksi...
Dolar Singapura Diprediksi Merosot 2% Akhir Tahun
A A A
SINGAPURA - Analis memprediksi, dolar Singapura bakal merosot sekitar 2% terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir tahun ini setelah bank sentral sedikit mengurangi laju kenaikan mata uang dari mitra dagangnya.

Mata uang lokal akan meluncur ke 1,42 terhadap USD pada akhir Desember setelah Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority Singapore/MAS) kemungkinan menurunkan apresiasi terhadap sejumlah mata uang menjadi 0,5% pada bulan ini dari 1%. Itu berdasarkan estimasi rata-rata 19 analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Namun, proyeksi akhir tahun ini masih lebih kuat daripada koreksi terendah dalam enam tahun di 1,4366, yang dicapai pada 2 Oktober lalu. (Baca: Mata Uang Negara ASEAN Ini Paling Kuat Lawan USD)

Australia & New Zealand Banking Group memprediksi, pelemahan dolar Singapura berkurang menyusul adanya sedikit pelonggaran dari perkiraan dan pembuat kebijakan diprediksi menahan diri untuk melanjutkan pelonggaran moneter sampai kajian ulang berikutnya pada April 2016.

Sementara ANZ merevisi perkiraan akhir tahun posisi olar Singapura di 1,43 dari sebelumnya 1,45/USD. Ahli strategi valuta asing senior di ANZ Khoon Goh mengatakan, mata uang negara berlambang Singa itu masih akan melemah karena Federal Reserve menuju arah menaikkan suku bunganya.

"Semakin bertahap pelonggaran oleh MAS pada bulan Oktober telah membuat pasar menilai kembali sejauh mana depresiasi dolar Singapura. Jika Fed masih memberi kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini, maka dolar Singapura akan melemah," kata Goh, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (28/10/2015).

Dolar lokal sedikit berubah menjadi 1,3969 terhadap USD siang ini di Singapura. Oversea-Chinese Banking Corp memperkirakan, dolar Singapura akan terdepresiasi ke 1,4570/USD, proyeksi paling bearish dalam survei. Sedangkan Mizuho Bank Ltd melihat dolar Singapura masih memiliki potensi menguat ke 1,39/USD. Survei ini dilakukan sejak 19-27 Oktober 2015.

Bank Sentral Singapura, yang menggunakan mata uang daripada suku bunga sebagai indikator ekonomi, mengurangi kebijakan moneter pada 14 Oktober untuk kali kedua pada tahun ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mata Uang Digital Makin...
Mata Uang Digital Makin Mengkilap Ikut Pulihkan Ekonomi
Bitcoin Bisa Jadi Opsi...
Bitcoin Bisa Jadi Opsi Fleksibilitas saat Ekonomi Tidak Stabil
Yuan China Ambruk ke...
Yuan China Ambruk ke Level Terendah 2007, Salah Satu Mata Uang Asia dengan Kinerja Terburuk
Israel Bakal Punya Mata...
Israel Bakal Punya Mata Uang Digital, Begini Rencana Bank Sentral
Yuan China Makin Populer,...
Yuan China Makin Populer, Simpanan di Hong Kong Tembus Rp2.308 Triliun
5 Negara Ini Punya Nama...
5 Negara Ini Punya Nama Mata Uang yang Mirip, Berikut Asal Usulnya
Berita Terkini
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
8 menit yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
25 menit yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
48 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
2 jam yang lalu
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
2 jam yang lalu
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
3 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved