Bahaya jika Jokowi Terima Tawaran AS Gabung TPP

Rabu, 28 Oktober 2015 - 17:50 WIB
Bahaya jika Jokowi Terima...
Bahaya jika Jokowi Terima Tawaran AS Gabung TPP
A A A
JAKARTA - Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan mengatakan, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama agar Indonesia bergabung dalam Tras-Pacific Partnership (TPP) akan menjadi ancaman.

Obama saat ini tengah menawarkan Indonesia untuk masuk dalam TPP lewat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat. Jika bergabung dalam TPP, maka daya saing industri nasional dan pelaku usaha domestik dalam negeri masih sangat rendah.

Sebelumnya, tawaran yang sama pernah dilakukan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun SBY tidak menerima tawaran tersebut. (Baca:Jokowi: RI Akan Bergabung dengan Kemitraan Trans Pasifik).

"Ada hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum pemerintah Indonesia memutuskan bergabung dengan TPP yakni dari segi geopolitik dan geoekonomi di tingkat regional antara AS dan China. Ini ancaman kalau sampai Indonesia ikut, karena daya saing industri kita untuk domestik masih rendah," jelasnya di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Saat ini, kata Dani, kedua negara dengan ekonomi kuat ini memperebutkan pasar berkembang di kawasan Asia-Pasifik. Bahkan, China sejak 2008 sudah menguasai pasar Asia-Pasifik dan pasar Amerika dari sisi manufaktur.

"Amerika itu tidak mau kehilangan momentum dengan melihat pasar yang sedang berkembang di Indonesia. Di China khususnya di Asia Tenggara yang sangat dinamis, lalu di Pasifik meski sebenarnya pertumbuhannya sangat kecil," kata dia.

Menurutnya, Indonesia ditawari perjanjian perdagangan bebas liberalisasi dengan kawasan-kawasan negara maju, bakal membuat Indonesia tidak bisa bersaing dan jadi bumerang untuk domestik.

"Di MEA, kita masih belum begitu siap sebetulnya. Apalagi ketika ditawari perjanjian perdagangan bebas liberalisasi perdagangan dengan kawasan-kawasan yang pertumbuhnanya dan kapasitas ekonominya sangat besar dan kapasitas industrinya lebih maju," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
18 menit yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
1 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
1 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
4 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
5 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
7 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved