Gerindra Nilai RAPBN 2016 Tidak Masuk Akal

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 10:46 WIB
Gerindra Nilai RAPBN...
Gerindra Nilai RAPBN 2016 Tidak Masuk Akal
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Gus Irawan Pasaribu menilai data pendapatan negara hingga Oktober baru mencapai 57,2%, maka dapat dipastikan target APBNP 2015 sebesar Rp1.761,64 triliun tidak akan tercapai.

"Shortfall-nya akan berada di atas Rp200 triliun. Kekurangan pendapatan ini akan ditutupi dari utang," ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Maka, tidak heran utang pemerintah sampai akhir September 2015 membengkak menjadi Rp3.091 triliun dari Rp2.608,8 trilium pada akhir 2014. Ini menunjukkan dalam sembilan bulan pemerintah telah menambah utang sebesar Rp482,2 triliun.

"Padahal dalam APBNP 2015 pembiayaan utang itu hanya Rp279,38 triliun," ucap Irawan.

Wakil Ketua Komisi XI itu juga menjelaskan pendapatan negara kita didominasi pajak serta bea dan cukai. Realisasi pendapatan pajak sampai 26 Oktober 2015 baru mencapai Rp750 triliun atau 57,96% dari target serta pendapatan bea dan cukai sampai 20 Oktober 2015 sebesar Rp123,48 triliun atau 63,33%.

Dengan demikian, lanjut dia, pendapatan perpajakan tahun ini diprediksi hanya akan kurang lebih sama dengan tahun lalu, berarti sekitar 80% dari target sebesar Rp1.489,26 triliun.

"Sehingga penetapan target pendapatan perpajakan pada RAPBN 2016 yang lebih tinggi dari APBNP 2015 yakni sebesar Rp1.546,7 tidak masuk akal," tutur Irawan.

Terlebih, kondisi makro ekonomi tahun depan yang diprediksi tidak lebih baik dari tahun ini. Jika target ini disetujui, maka defisit 2016 akan semakin membengkak.

"Itu sama saja mendorong pemerintah untuk menambah utang lebih besar lagi tahun depan. Kami tidak rela mewariskan utang yang begitu besar bagi generasi mendatang," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
10 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
43 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved