Perusahaan Pemasok APP Terancam Gagal Penuhi Produksi

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 10:47 WIB
Perusahaan Pemasok APP...
Perusahaan Pemasok APP Terancam Gagal Penuhi Produksi
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan pemasok Asia Pulp & Paper (APP) diperkirakan gagal memenuhi target produksi akibat terbakarnya ribuan lahan akasia siap panen di Ogan Komering Ilir.

Kepala Bagian Bidang Hubungan Eksternal PT Bumi Andalas Permain Iwan Setiawan mengatakan, meski angka kerugian belum dihitung secara pasti tapi secara kasat mata dapat terlihat karena hampir 90% lahan yang dimiliki telah terbakar.

"PT BAP memiliki luas lahan akasia mencapai 192.000 hektare, dan hampir 90% terbakar pada kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Saat ini belum bisa dipastikan berapa nilainya, karena tanah masih ada bara apinya dan belum bisa diinjak," kata dia, Jumat (30/10/2015).

Menurutnya, sejak awal PT BAP beserta lima perusahaan lainnya yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Sebangun Bumi Andalas, dan tiga lagi di Musi Banyuasin yakni PT Rimba Hutani Emas, PT Bumi Persada Permai, dan Tripupa Jaya diproyeksikan untuk memenuhi permintaan OKI Pulp And Paper di Ogan Komering Ilir.

Perusahaan OKI Pulp And Paper ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2016 dengan mengharapkan suplai sebanyak 3 juta ton pulp, kemudian menjadi 6 juta ton pulp pada tiga bulan berikutnya dari lima perusahaan tersebut.

Namun, kebakaran lahan yang masuk areal konsesi sejak 9 September telah menghanguskan ribuan hektare lahan akasia siap panen.

Sementara, dalam satu hektare saja bisa menghasilkan 200 kubik akasia, padahal 1 ton pulp membutuhkan sektiar 4 ton kayu akasia.

"Kontribusi PT BAP sendiri diharapkan 40 persen dari kebutuhan OKI Pulp & Paper. Tapi dengan kondisi ini, sudah jelas akan sulit tercapai," kata dia.

Menurutnya, bukan hanya produksi yang terancam gagal tercapai, tapi juga munculnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

PT BAP tercatat memiliki tenaga kerja sekitar 700 orang yang sebelumnya diproyeksikan untuk tahapan penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

"Jika sudah terbakar begini, apa yang harus dipanen. Sementara dalam bisnis perkebunan akasia ini, tenaga kerja untuk pemanenan yang banyak dibutuhkan," kata dia.

Api kebakaran hutan dan lahan di kawasan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan bermula dari luar konsesi perusahaan pemasok Asia Pulp & Paper PT Bumi Andalas Permai.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kolaborasi BPD Salurkan...
Kolaborasi BPD Salurkan Kredit ke Indah Kiat Pulp and Paper
Bank DKI Pimpin Sindikasi...
Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp1,5 triliun untuk PT Oki Pulp and Paper Mills
LIKE App Siap Blusukan...
LIKE App Siap Blusukan ke Populasi Terbesar di Asia Tenggara
Hasil Survei Terbaru...
Hasil Survei Terbaru Terkait Kehadiran Super App di Asia Tenggara
The Nike App Hadir di...
The Nike App Hadir di Indonesia, Menyusul 7 Negara Lainnya di Asia Tenggara dan India
Jadi Pemegang Saham...
Jadi Pemegang Saham Super App Air Asia, Gojek Perkuat Investasi di Singapura dan Vietnam
Berita Terkini
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
38 menit yang lalu
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
54 menit yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
1 jam yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
1 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved