Pengusaha Wanita: UMP Rp3,1 Juta Sangat Memberatkan UMKM

Minggu, 01 November 2015 - 16:00 WIB
Pengusaha Wanita: UMP...
Pengusaha Wanita: UMP Rp3,1 Juta Sangat Memberatkan UMKM
A A A
JAKARTA - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp3,1 juta pada tahun depan cukup berat, terutama bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Umum Iwapi Nita Yudi berpendapat, pemerintah seolah tidak berpikir soal UMP. Pasalnya, idealnya UMP hanya boleh naik maksimal 20%. Sementara jika lebih dari itu akan sangat mencekik pengusaha.

"Ini cukup berat, pemerintah seolah tidak berpikir. UMP itu cuma boleh naik 20% paling tinggi. Zaman pak Jokowi (Joko Widodo) jadi gubernur, UMP naik 40%. Kita dari pengusaha waktu itu walkout. Maksudnya begini, kita tidak mau lagi ikut campur karena itu berat untuk Jakarta," kata dia kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (2/10/2015).

Wanita yang pernah menjadi anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta ini mengatakan, mungkin pemerintah sudah menyadari bahwa mereka tidak mungkin menaikkan lagi, jadi dipatok Rp3,1 juta. Namun, pemerintah tak memikirkan kondisi ekonomi saat ini.

"Dengan kondisi seperti ini, daya beli masyarakat kan lemah, kalau kita naikkan upah, artinya gaji mereka kita naikkan, sementara barang kita belum tentu dibeli konsumen," ujarnya.

Pasalnya, dia menjelaskan, biaya produksi yang bertambah tinggi menyebabkan harga produk menjadi naik, di tengah melemahnya daya beli masyarakat, sehingga produk menjadi tidak laku.

"Tidak dinaikkan saja susah lakunya, apalagi dinaikkan (harga produknya)," keluh dia.

Karena itu, Nita berharap, pemerintah harus melakukan kebijakan tambahan, terutama bagi pelaku UMKM demi membantu mereka dalam mengatasi krisis saat ini.

"Artinya, harus ada kebijakan pemerintah terutama untuk UMKM. Jangan dipatok untuk UMKM diberikan UMPnya harus segitu. Mereka tidak akan sanggup. Kita harus lihat dari semua sisi atau memang ada subsidi untuk UMKM. Misal subsidi listrik, tapi untuk UMKM yang punya produk, misalnya restoran, sepatu, tekstil," pungkasnya.

Baca:

Jangan Hanya Upah, Pemerintah Juga Diminta Lakukan Ini

Pengusaha Nilai Pemerintah Tak Konsisten Soal UMP
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
33 menit yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
2 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
2 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
5 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
7 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved