Indonesia Masuk TPP, BUMN Tak Berkutik

Jum'at, 06 November 2015 - 16:59 WIB
Indonesia Masuk TPP,...
Indonesia Masuk TPP, BUMN Tak Berkutik
A A A
JAKARTA - Rencana masuknya Indonesia dalam Trans-Pacific Partnership (TPP) tidak mendukung kemandirian ekonomi nasional. Hal ini karena negara anggota tidak memperbolehkan perlakuan istimewa terhadap BUMN.

Padahal, dalam Pasal 33 ayat 2 UUD 1945 disebutkan pemerintah bisa saja memberi monopoli kepada perusahaan pelat merah sepanjang jenis usahanya menguasai hajat hidup orang banyak.

Mantan staf khusus (stafsus) Presiden pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Firmanzah mengemukakan, tak berkutiknya perusahaan pelat merah akibat dalam sistem perdagangan TPP, BUMN tidak bisa lagi didahulukan pemerintah dalam mendapatkan tender.

"BUMN harus diperlakukan sama dengan perusahaan swasta nasional dan asing karena masuk dalam elemen penting TPP," ungkapnya di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Dia mengemukakan, sistem perdagangan dalam Trans-Pacific Partnership sangat tertutup. Pasalnya, hanya melibatkan perusahaan besar. "TPP sangat tertutup," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Firman menjelaskan, rumor tertutupnya sistem ini tidak hanya terdengar di Indonesia melainkan di negara lain. Bahkan termasuk Amerika Serikat selaku motor TPP.

"Tak hanya di Indonesia, juga di Singapura, Malaysia, New zealand (Selandia Baru), Chile, Meksiko, dan AS sendiri," jelasnya.

Menurut Firman, hal tersebut sama sekali tidak mencerminkan demokrasi dalam perdagangan. Semestinya elemen bangsa seperti perguruan tinggi juga bisa dilibatkan.

"Di TPP, yang jadi standar negara maju. Perusahaan, pendidikan, dan teknologi mereka lebih advance. Belum tepat sekarang (Indonesia) masuk ke TPP," tandasnya.

Baca juga:

HT: TPP Hanya Jadikan Indonesia Pasar

Pengamat: Kepentingan RI Tak Terakomodasi di TPP

Gabung TPP, Indonesia Tak Banyak Diuntungkan
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved