Nilai Kapitalisasi Pasar BRI Capai Rp263,9 Triliun
Selasa, 10 November 2015 - 15:15 WIB
Nilai Kapitalisasi Pasar BRI Capai Rp263,9 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Nilai kapitalisasi pasar Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak sejak penjualan saham perdana (IPO) pada 2003 di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini mencapai Rp263,9 triliun.
Sejak 10 November 2003 silam, BRI secara resmi melakukan IPO di BEI, dengan harga per lembar saham sebesar Rp875. Setelah 12 tahun kemudian atau lebih tepatnya per akhir pekan minggu I bulan November 2015, harga per lembar saham BRI tercatat sebesar Rp10.700/lembar, dengan tingkat kapitalisasi pasar mencapai Rp263,9 triliun.
Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan, dari 86 emiten di sektor finansial yang listing atau terdaftar di BEI, peringkat kapitalisasi pasar BRI menempati urutan terbesar ke-2.
"Besarnya nilai kapitalisasi pasar per perdagangan 6 November 2015 yang mencapai Rp263,9 triliun tersebut tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (10/11/2015).
Sebagaimana diketahui, Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau rata-rata pertumbuhan tahunan kinerja BRI sejak IPO hingga akhir 2014 untuk kinerja aset tercatat tumbuh sebesar 21,1% per tahun, kinerja penyaluran kredit tumbuh 23,5% per tahun, raihan dana pihak ketiga tumbuh 20,7% per tahun, sedangkan laba bersih tumbuh hingga 22,5% per tahun.
Dia menjelaskan bahwa bagusnya kinerja secara keseluruhan tersebut tidak lepas dari konsistensi BRI dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan profitabilitas.
Secara tahunan, pendapatan bunga yang berasal dari pinjaman masih memberikan kontribusi lebih dari 75% dari total pendapatan yang diperoleh secara keseluruhan. Sisanya berasal dari pendapatan nonbunga yang didominasi oleh pendapatan berbasis fee (Fee Base Income).
Kinerja perusahaan tahun ini berhasil meningkat bila dibandingkan dengan tahun perdana IPO saham pada 2003. Dari sisi pinjaman, pangsa pasar BRI tumbuh dari 10,8% menjadi 13,4%.
Sementara pangsa pasar simpanan meningkat dari 8,6% menjadi 14,6%. Dari sisi laba laba bersih berhasil tumbuh hingga mencapai 21,6% dari 11,3% pada 2003. Hingga saat ini, saham BRI tetap dominan dimiliki oleh pemerintah sebesar 56,75% sementara 43,25% dimiliki oleh publik.
Di samping itu, BRI hingga saat ini terus mendukung kegiatan di pasar modal, terlebih lagi pada semester I/2015, BRI resmi terdaftar sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang berperan membantu melengkapi fasilitas penyelesaian transaksi dana di pasar modal.
"Dengan bergabungnya BRI sebagai bank administrator RDN, kami bisa memperluas basis investor hingga seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan BRI yang sangat luas," ungkap Hari.
Baca:
Tambah Anak Usaha, BRI Alokasikan Rp5 Triliun
Sudah Rampung 98%, Satelit BRI Meluncur Mei 2016
Sejak 10 November 2003 silam, BRI secara resmi melakukan IPO di BEI, dengan harga per lembar saham sebesar Rp875. Setelah 12 tahun kemudian atau lebih tepatnya per akhir pekan minggu I bulan November 2015, harga per lembar saham BRI tercatat sebesar Rp10.700/lembar, dengan tingkat kapitalisasi pasar mencapai Rp263,9 triliun.
Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan, dari 86 emiten di sektor finansial yang listing atau terdaftar di BEI, peringkat kapitalisasi pasar BRI menempati urutan terbesar ke-2.
"Besarnya nilai kapitalisasi pasar per perdagangan 6 November 2015 yang mencapai Rp263,9 triliun tersebut tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (10/11/2015).
Sebagaimana diketahui, Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau rata-rata pertumbuhan tahunan kinerja BRI sejak IPO hingga akhir 2014 untuk kinerja aset tercatat tumbuh sebesar 21,1% per tahun, kinerja penyaluran kredit tumbuh 23,5% per tahun, raihan dana pihak ketiga tumbuh 20,7% per tahun, sedangkan laba bersih tumbuh hingga 22,5% per tahun.
Dia menjelaskan bahwa bagusnya kinerja secara keseluruhan tersebut tidak lepas dari konsistensi BRI dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan profitabilitas.
Secara tahunan, pendapatan bunga yang berasal dari pinjaman masih memberikan kontribusi lebih dari 75% dari total pendapatan yang diperoleh secara keseluruhan. Sisanya berasal dari pendapatan nonbunga yang didominasi oleh pendapatan berbasis fee (Fee Base Income).
Kinerja perusahaan tahun ini berhasil meningkat bila dibandingkan dengan tahun perdana IPO saham pada 2003. Dari sisi pinjaman, pangsa pasar BRI tumbuh dari 10,8% menjadi 13,4%.
Sementara pangsa pasar simpanan meningkat dari 8,6% menjadi 14,6%. Dari sisi laba laba bersih berhasil tumbuh hingga mencapai 21,6% dari 11,3% pada 2003. Hingga saat ini, saham BRI tetap dominan dimiliki oleh pemerintah sebesar 56,75% sementara 43,25% dimiliki oleh publik.
Di samping itu, BRI hingga saat ini terus mendukung kegiatan di pasar modal, terlebih lagi pada semester I/2015, BRI resmi terdaftar sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang berperan membantu melengkapi fasilitas penyelesaian transaksi dana di pasar modal.
"Dengan bergabungnya BRI sebagai bank administrator RDN, kami bisa memperluas basis investor hingga seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan BRI yang sangat luas," ungkap Hari.
Baca:
Tambah Anak Usaha, BRI Alokasikan Rp5 Triliun
Sudah Rampung 98%, Satelit BRI Meluncur Mei 2016
(rna)
Lihat Juga :