IHSG Dibuka Masih dalam Tekanan

Rabu, 11 November 2015 - 09:10 WIB
IHSG Dibuka Masih dalam...
IHSG Dibuka Masih dalam Tekanan
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka masih dalam tekanan. IHSG melemah tipis 0,84 poin atau 0,02% ke level 4.450,21.

IHSG kemarin ditutup makin melemah karena ditekan aksi jual. IHSG meluncur 48,45 poin atau 1,08% ke level 4.451,05. Pelemahan itu seiring dengan melemahnya mayoritas bursa utama Asia.

Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka variatif, menyusul laju Wall Street semalam dan data yang akan dirilis dari China membuat investor ekuitas gelisah. (Baca: Dibayangi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Menguat Tipis)

Ekonom memperkirakan, investasi aset tetap China (FAI) diperkirakan meningkat 10,2% pada periode Januari-Oktober dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Angka itu sedikit di bawah kenaikan paa periode Januari-September sebesar 10,3%.

Penjualan retail di China kemungkinan tetap stabil di 10,9% pada Oktober, sementara produksi industri China diperkirakan akan tumbuh 5,80% pada Oktober, sedikit lebih cepat dari September sebesar 5,70%.

"Rentetan data China akan menunjukkan tanda-tanda ekonomi melemah, dengan data perdagangan akhir pekan menunjukkan banyak tantangan dalam perekonomian terbesar kedua di dunia," tulis analis Mizuho Bank dalam sebuah catatannya, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (11/11/2015).

Adapun indeks Nikkei 225 melemah 24,52 poin atau 0,12% ke level 19.646,74; indeks Hang Seng menguat 30,94 poin atau 0,14% ke 22.432,64; indeks Straits Times naik 6,80 poin atau 0,24% ke 3.004,72; dan indeks Shanghai turun 3,64 poin atau 0,10% ke level 3.638,32.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp36 miliar dengan 11 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp21,36 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp32,99 miliar dan aksi beli Rp11,63 miliar. Tercatat 22 saham menguat, 8 saham melemah dan 15 saham stagnan.

Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp100 menjadi Rp46.500, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp100 menjadi Rp18.200 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp100 menjadi Rp35.500.

Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp100 menjadi Rp7.950, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp75 menjadi Rp8.325 dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melemah Rp75 menjadi Rp15.200.

Baca:

IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.400-4.525

IHSG Miliki Peluang Kenaikan, Cermati Saham Ini

(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Potensi Kenaikan Jangka...
Potensi Kenaikan Jangka Pendek IHSG Masih Terbuka Lebar
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
5 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
11 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
26 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
2 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved