Kenaikan Harga Properti Diperkirakan Melambat

Kamis, 12 November 2015 - 20:45 WIB
Kenaikan Harga Properti...
Kenaikan Harga Properti Diperkirakan Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan harga properti residensial melambat pada kuartal IV 2015. Hal ini terlihat dari indeks harga properti residensial secara kuartalan (qtq) yang melambat dibandingkan kenaikan harga rumah pada kuartal III 2015.

"Kenaikan harga properti residensial yang melambat juga diprediksi terjadi secara tahunan (yoy)," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara di Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Berdasarkan survei harga properti residensial Bank Indonesia, pertumbuhan indeks harga properti residensial pada kuartal III mengalami perlambatan baik secara kuartalan maupun secara tahunan, masing-masing sebesar 0,99% (qtq) dan 5,46%(yoy).

Menurut Tirta, kenaikan harga bahan bangunan, upah pekerjaan, dan kenaikan harga bahan bakar minyak merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial.

Secara tahunan (yoy), lanjut dia, harga properti residensial juga mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga properti residensial secara tahunan tercatat sebesar 5,46% (yoy), melambat dibandingkan kenaikan harga pada kuartal II tahun 2015 sebesar 5,95% (yoy).

Di samping itu, perlambatan kinerja properti juga terlihat dari melambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial, dari 10,84% (qtq) pada kuartal II 2015 menjadi 7,66% (qtq) pada kuartal III tahun 2015. "Perlambatan penjualan diduga karena konsumen menunda pembelian properti terkait kondisi fundamental perekonomian yang melambat," terangnya.

Dari sisi supply, kata Tirta, ada aturan LTV terbaru yang mengharuskan adanya jaminan tambahan dari pengembang dirasa memberatkan cashflow perusahaan.

Sementara itu, perlambatan penjualan properti juga tercermin dari melambatnya penyaluran KPR dan KPA pada kuartal III 2015 sebesar 1,08% (qtq).

Meski demikian, penggunaan KPR masih menjadi sumber pembiayaan dominan bagi konsumen dalam pembelian properti residensial, dengan suku bunga rata-rata antara 9% sampai 12%. "Sedangkan itu dari sisi developer, dana internal perusahaan yang berasal dari laba ditahan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Rumah di Jawa...
Harga Rumah di Jawa Barat Naik Paling Signifikan
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Laporan BI, Harga Properti...
Laporan BI, Harga Properti di Kuartal I 2025 Merayap Naik 1,07 Persen
Tawarkan Bunga Spesial...
Tawarkan Bunga Spesial KPR 2,4 Persen, Mandiri Festival Properti Indonesia 2022 Kembali Hadir
Bakal Hadir Ajang Penghargaan...
Bakal Hadir Ajang Penghargaan Properti Berbasis Riset Satu-satunya di Indonesia
Ikut Atasi Backlog,...
Ikut Atasi Backlog, Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved