Komnas HAM Desak Freeport Penuhi Hak Rakyat Papua

Jum'at, 13 November 2015 - 15:29 WIB
Komnas HAM Desak Freeport...
Komnas HAM Desak Freeport Penuhi Hak Rakyat Papua
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak PT Freeport Indonesia memenuhi hak-hak rakyat di Papua, sebelum pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kontrak karya perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Ketua Komnas HAM Nurcholis menuturkan, pemerintah seharusnya melihat bagaimana praktik dan perlakuan Freeport yang telah mengeruk tambang di Papua selama puluhan tahun ini sebelum mengambil kebijakan apapun terkait perpanjangan kontrak.

"Jadi, kalau mau mengevaluasi apapun, mau ambil kebijakan itu yang harus dilihat adalah bagaimana praktik yang diambil selama ini, terutama praktik kepada masyarakat, itu saja tolok ukurnya," kata dia di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Selama ini pihaknya banyak menerima aduan dari masyarakat yang mengalami konflik lantaran adanya keberadaan raksasa tambang Paman Sam tersebut di wilayahnya. Sehingga, pemerintah sudah sedianya mempertimbangkan dengan jeli untuk melanjutkan kerja sama tersebut.

"Karena bagi Komnas HAM perlindungan hak-hak masyarakat lokal itu sangat penting," imbuh Nurcholis.

Dalam rekomendasi yang diterbitkannya pada 2011, kata dia, negara wajib melindungi masyarakat. Korporasi yang beroperasi di Tanah Air harus menghormati hak asasi manusia dengan tidak melanggar hak masyarakat.

"‎Hak masyarakat dalam operasi perusahaan kan macam-macam satu masyarakat lokal yang berkaitan dengan tanah, hak sosial mereka, budaya mereka, itu harus dihormati," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
2 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
4 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
14 jam yang lalu
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved